PILIHAN
Sandiaga Penuhi Panggilan KPK
JAKARTA, Riauin.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Salahuddin Uno memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dua kasus berbeda.
Sandiaga datang ke KPK sekitar pukul 09.50 WIB dan mengatakan untuk memberikan keterangan kapasitasnya sebagai Komisaris PT Duta Graha Indah yang saat ini sudah tidak dijabatnya lagi. Kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) di RS Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana dan pembangunan wisma atlet di Palembang.
"Saya kooperatif penuh dan mengenai materinya sendiri masih menunggu dari penyidik. Dan ini berkaitan dengan posisi saya sebagai Komisaris di PT Duta Graha Indah dan saya sudah mundur beberapa tahun yang lalu," kata Sandiaga di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/5).
Dia meyakini untuk kedua kasus tersebut, pasangan dari Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan tidak terlibat. "Itu akan saya berikan klarifikasi secara menyeluruh. Saya tidak kenal dengan Nazaruddin dan tidak pernah berkomunikasi dengan beliau," kata Sandiaga.
Sementara dengan Anas Urbaningrum, Sandiaga mengatakan mengenal tokoh pemuda tersebut dan dalam diskusi mereka hanya membicarakan peran pemuda dalam pembangunan. Dia juga membantah "kicauan" Nazaruddin kalau ada permintaan dari Anas kepadanya uang sebesar Rp100 miliar.
"Bahwa itu sama sekali tidak benar dan sama sekali tidak terlibat," kata Sandiaga.(rol)
Sandiaga datang ke KPK sekitar pukul 09.50 WIB dan mengatakan untuk memberikan keterangan kapasitasnya sebagai Komisaris PT Duta Graha Indah yang saat ini sudah tidak dijabatnya lagi. Kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) di RS Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana dan pembangunan wisma atlet di Palembang.
"Saya kooperatif penuh dan mengenai materinya sendiri masih menunggu dari penyidik. Dan ini berkaitan dengan posisi saya sebagai Komisaris di PT Duta Graha Indah dan saya sudah mundur beberapa tahun yang lalu," kata Sandiaga di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/5).
Dia meyakini untuk kedua kasus tersebut, pasangan dari Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan tidak terlibat. "Itu akan saya berikan klarifikasi secara menyeluruh. Saya tidak kenal dengan Nazaruddin dan tidak pernah berkomunikasi dengan beliau," kata Sandiaga.
Sementara dengan Anas Urbaningrum, Sandiaga mengatakan mengenal tokoh pemuda tersebut dan dalam diskusi mereka hanya membicarakan peran pemuda dalam pembangunan. Dia juga membantah "kicauan" Nazaruddin kalau ada permintaan dari Anas kepadanya uang sebesar Rp100 miliar.
"Bahwa itu sama sekali tidak benar dan sama sekali tidak terlibat," kata Sandiaga.(rol)
Berita Lainnya
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Polresta Pekanbaru Tangkap Penipu Calon Praja IPDN Berkedok Jaminan Lulus
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Polresta Pekanbaru Tangkap Penipu Calon Praja IPDN Berkedok Jaminan Lulus