PILIHAN
Pernah Dapat Penghargaan dari Walikota
Gafatar di Dumai Masih Aktif
Gafatar
WALAUPUN di sejumlah daerah di Indonesia aktivitas Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sudah banyak tutup dan membubarkan diri, namun sampai saat ini Gafatar Riau cabang Dumai masih melakukan akvitias seperti biasa.
Hal tersebut terungkap dalam dialog menyikapi situasi kondisi terkini keamananan dan ketentraman masyarakat di provinsi Riau, khusus Gafatar dan teror bom, yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau.
Kasi Intel Korem 031 Wirabima Pekanbaru, Kol Infanteri Eko Prayitno, mengatakan bahwa Gafatar Dumai terdaftar pada 26 April 2013. "Dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Gafatar Dumai masih aktif hingga 27 Maret 2018. Sementara Gafatar Riau masa berlakunya telah habis 7 Desember 2015 lalu," ujarnya.
Meskipun sejauh ini kegiatan Gafatar Dumai tidak menyimpang ataupun tidak menunjukkan tanda-tanda teroris, namun masyarakat dihimbau waspada terhadap keberadaan organisasi masyarakat tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, aparat penegak hukum, khususnya TNI dan Polri dibantu pemerintah daerah, terus melakukan pembinaan agar tidak menyimpang dari kaidah agama dan bangsa Indonesia.
Gafatar yang mendapat banyak sorotan karena alirannya sesat, sempat mendapatkan penghargaan serta apresiasi dari Walikota Dumai Khairul Anwar karena aksi sosial yang mereka lakukan.
Selain di Dumai, Gafatar juga masih aktif di Kalimantan karena anggota Gafatar umumnya melakukan kegiatan pertanian dengan mengembangkan usaha perkebunan sawit. TSR
Hal tersebut terungkap dalam dialog menyikapi situasi kondisi terkini keamananan dan ketentraman masyarakat di provinsi Riau, khusus Gafatar dan teror bom, yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau.
Kasi Intel Korem 031 Wirabima Pekanbaru, Kol Infanteri Eko Prayitno, mengatakan bahwa Gafatar Dumai terdaftar pada 26 April 2013. "Dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Gafatar Dumai masih aktif hingga 27 Maret 2018. Sementara Gafatar Riau masa berlakunya telah habis 7 Desember 2015 lalu," ujarnya.
Meskipun sejauh ini kegiatan Gafatar Dumai tidak menyimpang ataupun tidak menunjukkan tanda-tanda teroris, namun masyarakat dihimbau waspada terhadap keberadaan organisasi masyarakat tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, aparat penegak hukum, khususnya TNI dan Polri dibantu pemerintah daerah, terus melakukan pembinaan agar tidak menyimpang dari kaidah agama dan bangsa Indonesia.
Gafatar yang mendapat banyak sorotan karena alirannya sesat, sempat mendapatkan penghargaan serta apresiasi dari Walikota Dumai Khairul Anwar karena aksi sosial yang mereka lakukan.
Selain di Dumai, Gafatar juga masih aktif di Kalimantan karena anggota Gafatar umumnya melakukan kegiatan pertanian dengan mengembangkan usaha perkebunan sawit. TSR
Berita Lainnya
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka