PILIHAN
Wakil Ketua MUI Sebut Nasionalisme Pencaci TGB Rendah
JAKARTA, Riauin. com -- Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi menyayangkan kasus penghinaan terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dan istrinya Erica Zainul Majdi oleh Steven Hadisudiryo Sulistyo (SHS) di Bandara Changi, Singapura, Ahad (9/4).
Menurutnya, SHS tidak sepatutnya mengungkapkan kata-kata yang berkonotasi merendahkan jadi diri bangsa Indonesia, apalagi bernada rasis yang mempertentangkan pribumi dan nonpribumi.
"Seolah dia merasa bukan menjadi bagian dari bangsa ini," kata Zainut dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Sabtu (15/4).
Zainut kemudian menilai, ucapan kasar dan bernada rasis yang dilontarkan, menunjukan betapa rendahnya rasa nasionalisme yang ada dalam diri SHS.
Namun begitu, Zainut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas adanya peristiwa tersebut. Sehingga bisa terus menjaga persatuan, kesatuan, kerukunan dan persaudaraan sesama rakyat Indonesia.
"Kepada aparat kepolisian agar mengambil langkah-langkah preventif, antisipatif dan mewaspadai adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dan kondisi ini," kata dia.
Zainut menambahkan, kejadian tersebut cukup dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.(rol)
Menurutnya, SHS tidak sepatutnya mengungkapkan kata-kata yang berkonotasi merendahkan jadi diri bangsa Indonesia, apalagi bernada rasis yang mempertentangkan pribumi dan nonpribumi.
"Seolah dia merasa bukan menjadi bagian dari bangsa ini," kata Zainut dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Sabtu (15/4).
Zainut kemudian menilai, ucapan kasar dan bernada rasis yang dilontarkan, menunjukan betapa rendahnya rasa nasionalisme yang ada dalam diri SHS.
Namun begitu, Zainut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas adanya peristiwa tersebut. Sehingga bisa terus menjaga persatuan, kesatuan, kerukunan dan persaudaraan sesama rakyat Indonesia.
"Kepada aparat kepolisian agar mengambil langkah-langkah preventif, antisipatif dan mewaspadai adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dan kondisi ini," kata dia.
Zainut menambahkan, kejadian tersebut cukup dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.(rol)
Berita Lainnya
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Polresta Pekanbaru Tangkap Penipu Calon Praja IPDN Berkedok Jaminan Lulus
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Polresta Pekanbaru Tangkap Penipu Calon Praja IPDN Berkedok Jaminan Lulus