PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
1 Orang Tewas, 1 Lainnya Kritis
Semakin Brutal, KKB Papua Tembak 2 Tenaga Medis saat Antar Obat Covid-19
Ilustrasi penembakan tenaga medis oleh KKB di Papua. | Tribunnews
PAPUA, RiauIN.com - Dua tenaga medis tim Gugus Tugas Covid-19 Papua ditembak anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Sabtu (23/5/2020).
Ahmad Musthofa membeberkan kronologi penembakan terhadap dua tenaga medis Covid-19 pada Jumat (22/5/2020) waktu setempat. Kedua tenaga medis itu masing-masing adalah Alamanek Bagau dan Koni Somou.
"Pada hari dan tanggal tersebut, personel Polres Intan Jaya mendapat Informasi dari salah satu tenaga medis yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya bahwa telah terjadi penembakan terhadap dua orang tenaga medis," kata Kamal melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2020).
Kamal mengatakan keduanya ditembak saat sedang mengantar obat- obatan untuk menangani penyebaran Covid-19. Salah satu tenaga medis tersebut, yakni Koni Somou meninggal dunia sementara tenaga medis lainnya, yakni Alemanek Bagau masih menjalani perawatan di Pastoral Wandai.
"Saat ini kondisinya kritis," kata Kamal.
Kamal memastikan pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan ini. Hari ini kata dia, Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli Karre Pongbala bersama sejumlah anggota kepolisian dan dari pihak TNI akan menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.
Dalam kesempatan itu, Kamal juga menjelaskan soal lambatnya penanganan yang dilakukan terhadap kedua tenaga medis ini. Hal ini dikarenakan tempat kejadian penembakan berada di wilayah yang cukup jauh dan memiliki medan perjalanan yang cukup sulit diakses.
"Kita membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk dapat tiba di TKP," kata dia.
Dia juga mengatakan di lokasi kejadian belum tersedia pos jaga polisi maupun jaringan telekomunikasi yang bisa memudahkan akses komunikasi. Dari delapan distrik yang ada di Intan Jaya baru 3 distrik yang ditempati oleh pasukan.
"Termasuk anggota kepolisian. Sedangkan lima distrik yakni Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai, dan Iyandoga belum ada pos keamanan dan juga anggota kepolisian yang berada di sana," kata dia.(nsv)
Sumber : Sumber: CNN Indonesia /
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar