PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Evaluasi PSBB
Disiplin Warga Riau Rendah, Baru 24 Persen yang Pakai Masker
Masih banyak warga Riau yang tidak memakai masker saat keluar rumah. Gambar ilustrasi. /net
PEKANBARU, RiauIN.com - Kedisiplinan masyarakat Riau menerapkan protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih jauh dari yang diharapkan. Terutama disiplin menggunakan masker saat keluar rumah.
Berdasarkan pantauan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau diketahui baru 24 persen masyarakat Riau yang mengenakan masker saat keluar rumah.
"Kami melakukan pengamatan di beberapa daerah seperti di Kota Dumai, Mandau, Kandis, Siak, perbatasan Pekanbaru. Kami melihat dari pemantauan observasi hanya 24 persen masyarakat menggunakan masker yang berada di luar rumah," kata Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi, Sabtu (16/5/2020).
Menurutnya kesadaran masyarakat menggunakan masker harus ditingkatkan lagi. Jika orang lebih dari 70 persen menggunakan masker dari pemantauan tim gugus tugas maka kasus Covid-19 bisa ditekan di Riau.
Karena itu, Yovi berhadap dengan penerapan PSBB di Provinsi Riau bisa menekan kasus Covid-19 di Riau. Namun hal itu bisa terwujud jika masyarakat bisa disiplin mentaati protokol kesehatan saat PSBB.
"Karena inti dari PSBB ini bagaimana kita disiplin mematuhi aturan-aturan yang sudah disampaikan pemerintah, baik provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.
Untuk itu, setelah pelaksaan PSBB di Provinsi Riau pihaknya akan melihat dan mengevaluasi PSBB dari berbagai sudut pandang untuk mengetahui keberhasilan PSBB.
"Jadi tidak hanya dilihat dari jumlah pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat, yang sembuh dan yang meninggal dunia saja. Tapi nantinya kita lihat dari berbagai sudut pandang. Kita juga bisa memantau dari pelaksanaan PSBB ini dari penurunan dan peningkatan dari jumlah kasus ODP per harinya," terangnya.
"Kalau kasus ODP setiap hari tidak bertambah, atau berkurang dari rata-rata sebelumnya sebelum penerapan PSBB di Provinsi Riau. Maka artinya ada peningkatan dari kondisi penanganan Covid-19 di Riau," tukasnya.(fbh/mcr)
Berita Lainnya
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Jelang Penutupan Jembatan Siak I Pekanbaru
Karhutla Riau Picu 10.783 Kasus ISPA, Dinkes Siagakan Tenda Darurat dan Rumah Oksigen
DPRD Riau Duga Ada Aktor Utama di Balik Pembakar Lahan Perorangan
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Jelang Penutupan Jembatan Siak I Pekanbaru
Karhutla Riau Picu 10.783 Kasus ISPA, Dinkes Siagakan Tenda Darurat dan Rumah Oksigen
DPRD Riau Duga Ada Aktor Utama di Balik Pembakar Lahan Perorangan