Sebut saja Objek wisata keluarga Pulau Cinta Teluk Jering dan Taman Wisata Agro Nadiin Sungai Pinang Kabupaten Kampar. Saat ini objek wisata tersebut menjadi magnet bagi ribuan masyarakat yang mengisi akhir pekan dan kebanyakan merupakan warga Pekanbaru.
Padahal jika pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dam Pariwisata Kota Pekanbaru serius mengelola objek wisata yang ada seperti Danau Bandar Kayangan, dipastikan Pekanbaru juga menjadi magnet buat masyarakat untuk berwisata bahkan bisa menjadi peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata dan Kreasi Alam.
"Kita sangat menyayangkan keberadaan danau buatan ini terbengkalai begitu saja oleh pemerintah kota Pekanbaru. Padahal kalau dikelola dengan serius oleh pemerintah daerah, yakni dengan dilengkapi fasilitas kreasi dan hiburan serta mengemas sedemikian rupa, maka hal ini bisa menambah anggaran pendapatan daerah sendiri," ungkap Wan Agusti anggota DPRD Kota Pekanbaru, Jumat (7/12/2018).
Duakui oleh Wan Agusti bahwa Pekanbaru minim objek wisata alam, namun jika objek wisata yang ada dikelola dengan baik, terprogram dan adannya kerjasama semua pihak untuk mengembangkan wisata Pekanbaru maka Politisi Gerindra ini yakin perekonomian masyarakat sekitar objek wisata juga akan ikut bangkit.
"Kalau terbentur masalah anggaran untuk pengembangan dan pengelolaannya, kan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Disbudpar kota Pekanbaru bisa menganggarkan secara bertahap. Namun yang penting itu adalah konsep dan program yang jelas ke depannya,"ungkapnya
Wan Agusti juga menyarankan di tahun 2019 nantinya, Disbudpar Pekanbaru untuk putar stategi atau buat terobosan baru agar Danau Buatan menjadi objek wisata alam yang banyak dikunjungi oleh masyarakat kota Pekanbaru maupun luar Pekanbaru.
"Malu kita dengan Kabupaten lain yang begitu banyak objek wisatanya, sedangkan kita yang memiliki potensi alam, tetapi SDM pengelolaannya yang belum siap untuk mengelola serta mengembangkannya,"imbuhnya.
Namun, lanjut Wan Agusti, jika pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Pekanbaru belum mampu mengelola danau buatan atau danau Bandar Kayangan dengan berbagai alasan atau kendala, Wan Agusti menyarankan sebaiknya pengelolaan diserahkan kepada pihak ketiga.
"Kalau Disbudpar tak sanggub pengelolaan bisa diserahkan kepada pihak ketiga. Karena dulu, memang ada kita dengar pihak investor mau mengelola objek wisata alam ini, tetapi kita tidak tahu kenapa pihak investor tidak jadi mengelolanya," pungkas Wan Agusti.(int/nol)