Kanal

Pemko Pekanbaru Pastikan Elpiji 3 Kg Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 2019

PEKANBARU, Riauin.com - Kepala Bagian Ekonomi Setdako Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi kalau Pertamina akan menambah alokasi elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg untuk Kota Pekanbaru sebanyak 16 persen dari jumlah distribusi harian. Penambahan kuota tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan gas jelang natal dan tahun baru 2019.

“Pihak Pertamina khusus untuk LPG 3 Kg menyanggupi menambah kuota sebanyak 16 persen dari distribusi per hari yang disalurkan di Kota Pekanbaru. Penambahan tersebut untuk cadangan karena biasanya jelang Natal dan tahun baru keperluan masyarakat akan gas meningkat,” katanya, Rabu (5/12/2018).

Dikatakan Irba, masyarakat Pekanbaru tidak perlu khawatir akan kekurangan elpiji 3 kg saat Natal dan tahun baru. Nantinya, jika di suatu daerah kekurangan gas maka nantinya pihak kecamatan setempat akan menyurati pihak Pertamina dan pihak Pertamina akan menembuskan ke walikota.

“Nantinya alokasi elpiji 3 Kg tersebut akan disebar di daerah-daerah yang kekurangan tersebut. Jadi sekali lagi masyarakat Pekanbaru tidak perlu khawatir akan kesulitan mencari gas elpiji 3 Kg tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, bahwa saat ini kuota gas elpiji 3 Kg untuk kota Pekanbaru cukup banyak yakni hingga 500 ribu tabung per bulan. Namun, tetap saja terkadang terjadi kelangkaan gas tersebut di tengah masyarakat.

“Kelangkaan gas di Pekanbaru terjadi karena masalah yang sederhana namun sudah kompleks. Kompleks saya katakan di sini karena menyangkut banyak pihak. Dimana elpiji 3 Kg kuotanya 500 ribu tabung perbulan. Jika dilihat jumlah tersebut, tentu relatif cukup untuk masyarakat miskin dan pelaku UMKM di Pekanbaru,” katanya.

Namun nyatanya, lanjut Ingot, peruntukan gas elpiji 3 Kg tersebut di lapangan tidak berjalan dengan baik. Dimana masyarakat kalangan menengah yang seharusnya tidak menggunakan elpiji 3 Kg masih saja menggunakannya, sehingga dilapangan masih kerap terjadi kelangkaan.

“Jadi harus dipahami juga, yang mengatakan elpiji 3 Kg langka itu siapa. Kalau masyarakat menengah yang mengatakan gas 3 Kg langka, saya pikir mereka tidak berhak. Karena peruntukan nya bukan untuk mereka,” pungkasnya.(int/nol)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler