"Dari Rp315 miliar bertambah menjadi Rp385 milar, atau bertambah sekitrar Rp70 miliar lah. sebenarnya itu naiknya karena ada tunda bayar sekitar Rp 15 miliar dan beberapa pengerjaan yang harus diselesaikan, proyek multiyears seperti perkantoran, jalan, dan drainase," ujarnya, Jumat, (23/11/2018).
Kemudian mengenai penangan banjir, Indra Pomi mengungkapkan meski jumlah tersebut cukup besar, namun alokasi dana untuk menangani banjir hanya sekitar Rp20 miliar. Dana Rp20 miliar itu juga sudah termasuk untuk honor pasukan kuning, operasional perbaikan jalan, dan drainase.
"Alokasi dana untuk banjir ada sekitar Rp20 miliar, termasuk untuk honor pasukan kuning, operasional perbaikan jalan dan drainase. Untuk banjir kita fokuskan di titik - titik yang rawan, misalnya di sekitar Rumah Sakit Awal Bros, Arifin Ahmad, taman kota, dan sebagainya," ungkapnya. (int/nol)