Kanal

Tolak Sikap Represif Aparat saat Pengadangan Neno, BEM UR Bakar Ban di Tugu Zapin

PEKANBARU, Riauin.com - Buntut aksi pengadangan dan pengusiran deklarator #2019GantiPresiden, Neno Warisman, ratusan mahasiswa yang berasal dari BEM Universitas Riau melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau. Aksi ini dilakukan pada Senin (3/9/2018) sore dan dipusatkan di Tugu  Zapin.

Dalam aksi tersebut, Presiden BEM UR, Randi Andriyana menyampaikan bahwa saat ini demokrasi di Indonesia sudah dicederai dengan aksi pemulangan Neno. Ia menyatakan bahwa sikap yang ditunjukkan oleh Kepala BIN Riau saat itu bersifat unprosedural.

"Tindakan tersebut sudah melanggar kode etik dan ia harus diberikan sanksi," ujar Randi.

Massa menyatakan bahwa sikap pengusiran itu sangat bertolak belakang dengan budaya Melayu di Riau. Bahkan sikap tersebut menodai budaya Melayu yang sangat memuliakan tamu.

"Dalam konstutitusi juga ditegaskan bahwa warga negara Indonesia memiliki hak untuk mengemukakan pendapat di depan umum dan berkumpul. Tindakan Kabinda tersebut jelas melanggar undang-undang," terang Randi.

Dalam menunjukkan aksi penolakannya, para mahasiswa ini juga secara bergantian melakukan orasi di depan khalayak. Selain itu mereka juga melakukan aksi pembakaran ban di depan Tugu Zapin. (int/nol)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler