Kanal

Impor Barang Modal Naik 1.102 Persen, Surplus Perdagangan Riau Tembus US$12,37 Miliar

RIAUIN.COM - Lonjakan impor pesawat terbang dan barang modal yang signifikan tidak menggoyahkan keperkasaan neraca perdagangan Provinsi Riau. Selama periode Januari hingga Agustus 2026, Riau sukses membukukan total surplus mencapai US$12,37 miliar.

Sektor impor barang modal mencatatkan lonjakan drastis sebesar 1.102,21 persen hingga menyentuh US 960,01juta. Berdasarkan komoditas, lonjakan  tertinggi dialami oleh kelompok kapal terbang dan bagiannya yang melesat hingga11.003,81persen atau setara US773,81 juta.

Meskipun total impor Riau secara keseluruhan naik 103,07 persen menjadi US2,24 miliar, angka tersebut belum mampu menandingi tingginya kinerja ekspor Riau yang mencapaiUS14,62 miliar.

"Dari sisi impor, sektor nonmigas menyumbang US2,14 miliar atau meningkat1 08,56 persen. Sedangkan impor migas mencapai US101,82 juta atau naik 30,75 persen," kata Fitri Hariyanti dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau pada Kamis (1/10/2026).

Fitri Hariyanti menambahkan, kenaikan juga terjadi pada impor jenis barang lainnya untuk kebutuhan industri daerah.

"Bahan baku atau penolong naik 25,15 persen menjadi US1,28miliardanbarangkonsumsinaik30,85persenmenjadiUS5,53 juta," ujar Fitri Hariyanti.

Kekuatan ekspor Riau sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026 masih didominasi oleh sektor nonmigas yang menembus nilai US$14,19 miliar. Nilai ini naik 5,72 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi pendorong utama ekspor nonmigas dengan kenaikan tertinggi sebesar US498,15 juta atau tumbuh 6,37 persen.Disisi lain, komoditas bubur kayu (pulp) justru mengalami penurunan terbesar, yakni merosot US158,42 juta atau turun 12,24 persen.

Pasar utama tujuan ekspor nonmigas Riau didominasi oleh Tiongkok dengan nilai mencapai US2,66 miliar, disusul India sebesarUS1,26 miliar, dan Malaysia sebesar US1,10 miliar. Ketiga negarater sebut menyumbang 35,42 persen dari total ekspor nonmigas Riau. Kawasan ASEAN menyerap total US2,51 miliar, sementara Uni Eropa mencatatkan angka US$1,58 miliar.

Secara keseluruhan, surplus neraca perdagangan Riau sebesar US12,37 miliar tersebut ditopang oleh surplus nonmigassenilai US12,05 miliar serta surplus migas sebesar US$322,46 juta.

"Neraca perdagangan Riau Januari–Agustus 2026 mengalami surplus US12,37 miliar yang dipicu oleh surplus padasektor nonmigas US12,05 miliar dan sektor migas US$322,46 juta," ungkap Fitri Hariyanti.

Khusus untuk kinerja pada bulan Agustus 2026 saja, Riau berhasil menyumbang surplus sebesar US2,05 miliar,dengan nilaiekspor bulanan mencapai US2,22 miliar yang naik 5,57 persen dibandingkan Agustus tahun lalu. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler