RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Jumat (2/10/2026).
Peringatan dini ini disampaikan langsung oleh Forecaster On Duty BMKG, Deby C. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah pada siang hingga malam hari.
"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru," kata Deby C dalam keterangannya.
Deby menjelaskan, kondisi cuaca Riau pada pagi hari umumnya didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Namun, potensi kekaburan udara akibat asap juga perlu diwaspadai karena dapat menurunkan jarak pandang.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur hampir sebagian besar wilayah Riau. Potensi hujan tersebut berlanjut hingga malam hari di wilayah Rokan Hulu dan Kampar, serta berlanjut sampai dini hari secara lokal di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Selain potensi hujan lebat, pemantauan BMKG hingga pukul 23.00 WIB juga mencatat adanya penampakan titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Seluruh enam titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau berada di wilayah Kabupaten Kampar.
Secara akumulatif di Pulau Sumatera, terdeteksi sebanyak 3.428 titik panas. Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang hotspot terbanyak dengan 2.757 titik, disusul Lampung sebanyak 406 titik, Bangka Belitung 208 titik, Sumatera Barat 20 titik, Aceh 13 titik, Jambi 10 titik, Bengkulu 7 titik, dan Sumatera Utara 1 titik.
Sementara itu, untuk parameter cuaca harian, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 50 hingga 98 persen. Pergerakan angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
"Tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, yang masuk dalam kategori rendah," ujar Deby. (Bil)