RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kota Pekanbaru berada di angka 52,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Kamis (1/10/2026) pukul 11.00 WIB. Angka tersebut menunjukkan parameter kualitas udara daerah setempat masih berada pada kategori sedang.
Meski kabut asap di beberapa titik wilayah mulai membaik, grafik pemantauan BMKG memperlihatkan pergerakan kadar partikulat yang belum stabil. Konsentrasi PM2.5 sempat melonjak di atas 50 µg/m³ sebelum kembali melandai.
"Kondisi kualitas udara di Pekanbaru saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologis, seperti arah dan kecepatan angin yang berubah-ubah," ujar prakirawan BMKG dalam laporan tertulisnya, Kamis.
Pihak BMKG menambahkan bahwa pergerakan angin dapat membawa kembali sebaran partikulat dari wilayah sekitarnya. "Perubahan cuaca secara mendadak bisa memicu kenaikan konsentrasi PM2.5 kapan saja. Karena itu, situasi ini belum benar-benar stabil," lanjutnya.
Penipisan kabut asap di sejumlah kawasan kota berdampak positif pada perbaikan jarak pandang secara perlahan. Namun, kelompok masyarakat rentan diingatkan untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
"Masyarakat, khususnya kelompok sensitif terhadap polusi udara seperti penderita asma dan lansia, kami imbau untuk selalu memantau pembaruan indeks kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan," pungkasnya. (*)