Kanal

Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap menghadapi ancaman gangguan kesehatan masyarakat akibat kembali menebalnya kabut asap sejak awal pekan ini. Selain menyiapkan penanganan medis di puluhan puskesmas, pemerintah daerah juga membatasi aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengungkapkan bahwa munculnya asap pekat di wilayahnya bukan berasal dari titik api lokal, melainkan dampak pergerakan angin dari daerah tetangga.

"Pekanbaru saat ini sebenarnya zero hotspot. Namun angin yang berhembus dari arah selatan ke utara membawa asap dari wilayah provinsi tetangga langsung menuju ke kota kita," ujar Markarius Anwar, Selasa (15/9/2026).

Guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan pada warga, fasilitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Pekanbaru kini diinstruksikan dalam kondisi siaga penuh.

"Sebanyak 21 puskesmas sudah kami siagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap. Pasokan masker, vitamin, hingga obat-obatan penunjang juga telah disiapkan di setiap unit," tuturnya.

Selain pengerahan fasilitas medis, Pemko Pekanbaru mengambil langkah penyesuaian pada sektor pendidikan dengan memberlakukan sistem sekolah tatap muka terbatas bagi para peserta didik guna meminimalkan paparan udara buruk secara langsung.

Sebagai langkah spiritual mendampingi penanganan teknis di lapangan, Pemko Pekanbaru berencana kembali menggelar salat Istisqa berjemaah bersama warga untuk memohon turunnya hujan. Langkah ibadah bersama ini sebelumnya dinilai cukup efektif menurunkan intensitas asap di wilayah perkotaan.

"Ada ikhtiar fisik, ada pula ikhtiar doa. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar bencana kabut asap kiriman ini bisa segera berakhir dan kualitas udara kembali bersih," pungkas Markarius. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler