RIAUIN.COM - Kerapatan kasus serangan satwa liar di perairan Indragiri Hilir kembali bertambah setelah Arbain (45) diterkam buaya sepanjang lima meter saat mencari kepiting di Sungai Selat Bantal Besar, Desa Selat Nama, Minggu (30/8/2026) dini hari.
Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban hendak mengambil parangnya yang jatuh ke sungai. Ketika berupaya naik kembali ke pompong, seekor buaya berukuran besar mendadak menyambar kaki kanannya.
"Waktu mau naik ke pompong, kaki saya tiba-tiba diterkam. Saya sempat melawan dan bertahan di atas pohon selama enam jam sampai buayanya pergi," kata Arbain saat menjalani perawatan intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan.
Arbain berhasil lolos dari maut setelah memanjat pohon mangrove terdekat dan bertahan di sana dari pukul 01.00 WIB hingga 07.00 WIB. Setelah buaya menjauh dan air surut, ia kembali ke perahunya, membebat 12 luka gigitan di kakinya dengan kain seadanya, lalu mendayung pulang.
Pemerintah setempat menyoroti tajam berulangnya konflik satwa liar dan manusia di wilayah perairan tersebut. Pihak kecamatan mencatat kejadian ini sebagai insiden penyerangan buaya yang kesekian kalinya dalam waktu singkat.
"Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi dalam bulan ini di Tanah Merah. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai, terutama pada malam hingga pagi hari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang memicu serangan satwa liar," ujar Camat Tanah Merah Mulyadi.
Saat ini Arbain masih menjalani perawatan medis untuk penanganan 12 luka robek serius di bagian kaki akibat sabetan gigi buaya tersebut. (Bil)