RIAUIN.COM - Penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru dalam dua hari terakhir memicu lonjakan kasus penyakit respirasi. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 177 warga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta satu orang terdiagnosa pneumonia.
"Jumlah kasus ISPA meningkat seiring penurunan kualitas udara selama dua hari belakangan," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra.
Dampak buruk kabut asap tidak hanya menyerang saluran pernapasan. Data Dinkes menunjukkan tiga warga mengalami konjungtivitis atau iritasi mata merah, tujuh orang menderita iritasi kulit, dan lima orang mengalami kekambuhan asma.
"Ada juga yang mengalami iritasi kulit sebanyak tujuh orang dan asma sebanyak lima orang," ujar Ardiansyah.
Sebagian besar pasien yang terpapar dampak kabut asap tersebut tidak memerlukan rawat inap. Pasien saat ini menjalani perawatan rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan serta puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Pekanbaru.
Pemerintah Kota Pekanbaru meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara belum membaik. "Kami mengimbau warga agar selalu menggunakan masker ketika harus berada di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak," tuturnya. (Bil)