RIAUIN.COM - Genangan air setinggi 70 sentimeter di ruas jalan yang menghubungkan Simpang Kumu dan Duri, tepatnya di wilayah Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menelan korban pada Kamis (30/7/2026). Satu keluarga yang mengendarai minivan perak bernomor polisi B 2051 BRA terjebak di tengah kepungan air sebelum dua di antaranya mendadak hilang kesadaran.
Insiden yang bermula saat kendaraan melaju dari arah Muara Rumbai menuju Kabupaten Bengkalis ini mengejutkan warga sekitar. Saat melintasi titik banjir kedua, kendaraan tipe Toyota Avanza tersebut mendadak mengapung, kehilangan daya dorong, dan tak lagi dapat dikendalikan pengemudinya.
Proses evakuasi yang dilakukan aparat kepolisian bersama masyarakat setempat mengungkap kondisi berbahaya di dalam ruang kemudi. Saat pintu kendaraan dipaksa terbuka, mesin dan pendingin udara (air conditioner) diketahui masih dalam keadaan aktif. Bahkan, setelah berhasil ditarik keluar dari pusaran air, putaran mesin mobil sempat melonjak sangat tinggi sebelum diselamatkan oleh warga.
"Seorang pengguna jalan bernama Joni Muliadi dengan sigap mematikan mesin kendaraan guna menghindari risiko yang lebih besar," ujar Kepala Seksi Humas Kepolisian Resor Rokan Hulu AKP Yohanes Tindaon.
Pemeriksaan di lokasi menunjukkan pengemudi bernama Ikbal (29) beserta penumpang anak-anak bernama Nopal (9) dalam keadaan pingsan. Sementara itu, satu penumpang lain bernama Toni ditemukan dalam kondisi selamat tanpa cedera berarti.
Petugas Polsek Bonai Darussalam bergegas membawa kedua korban ke Puskesmas Bonai Darussalam pada pukul 10.35 WIB. Meski kesadaran Ikbal perlahan pulih usai menerima penanganan medis, Nopal yang tak kunjung siuman harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Rokan Hulu sekitar pukul 11.10 WIB.
"Hingga pukul 13.00 WIB, kondisi korban masih terus dipantau tim medis. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan fasilitas kesehatan terkait perkembangan penanganan korban," kata AKP Yohanes Tindaon.
Aparat kepolisian menduga kuat bahwa musibah ini dipicu oleh paparan gas beracun dari sirkulasi udara kendaraan yang tertahan di tengah banjir. "Dugaan sementara keracunan AC," tutur AKP Yohanes Tindaon.
Penanganan medis bagi korban yang terpapar gas karbon monoksida (CO) di dalam ruang tertutup kini masih berjalan. Pihak kepolisian juga meminta warga yang melintas di wilayah Rokan Hulu untuk memprioritaskan keselamatan dan tidak memaksakan diri menerobos titik-titik banjir.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar tidak memaksakan diri menerobos genangan air yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa maupun kendaraan," kata AKP Yohanes Tindaon. (*)