Kanal

Sektor Pertanian Siak Jadi Penopang Utama Ketahanan Pangan Riau

RIAUIN.COM - Sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Siak memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Provinsi Riau. Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen memperkuat posisi tawar para petani dan nelayan lokal guna mengantisipasi dampak keterbatasan fiskal daerah yang tengah terjadi.

Langkah penguatan ini ditandai dengan penyerahan 70 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Siak, Sabtu (11/7/2026). Bantuan penunjang produktivitas tersebut meliputi traktor, mesin pemanen gabungan, pompa air, rotavator, hingga power thresher.

Bupati Siak Afni Zulkifli menjelaskan bahwa sektor agraria dan maritim bukan sekadar mata pencaharian warga, melainkan pilar utama domestik daerah. Jika kedua sektor ini terganggu, dampaknya akan langsung dirasakan pada konstelasi ekonomi regional Riau.

"Urusan petani dan nelayan itu urusan rakyat kita setiap hari yang harus kita jaga. Petani tidak bisa jalan sendiri. Kalau petani dan nelayan kita kenapa-kenapa, seperempat Kabupaten Siak bisa terguncang ekonominya," ujar Afni saat memberikan pengarahan.

Guna memetakan hambatan di lapangan, pemerintah daerah mengonfrontasikan langsung para pelaku sektor hulu ini dengan instansi terkait, pelaku usaha, dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam sebuah forum sarasehan. Dari pertemuan tersebut, persoalan klasik seperti keterbatasan lahan, akses permodalan, dan rantai pasok pemasaran masih menjadi keluhan utama.

Afni menambahkan, keterbatasan anggaran daerah saat ini tidak boleh menyurutkan dukungan pada sektor pangan. Pemerintah daerah kini tengah membidik peluang dari program nasional untuk menyerap hasil produksi lokal.

"Kami berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat membuka pasar baru bagi hasil pertanian dan perikanan lokal. Dengan demikian, petani dan nelayan memperoleh kepastian pembeli sekaligus meningkatkan pendapatan," kata Afni.

Momentum ini juga dibarengi dengan pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak periode 2026–2031. Organisasi ini didorong untuk memformulasi cetak biru penyelesaian konflik agraria dan penguatan kapasitas modal.

Ketua KTNA Siak Dannyanto Keleka Bediona menyatakan, seluruh aspirasi yang dihimpun dari sarasehan akan langsung ditransformasikan menjadi program kerja nyata. Pihaknya berjanji akan fokus pada regenerasi sektor pertanian di tingkat tapak.

"Program tersebut mencakup pengembangan petani milenial, pemetaan kebutuhan petani di setiap kecamatan, serta penguatan kolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan lahan, permodalan, dan pemasaran hasil pertanian," tutur Dannyanto. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler