Kanal

Belasan Titik Panas Muncul di Riau, Warga Diminta Waspada Kebakaran Lahan

RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena cuaca ganda yang melanda wilayah Provinsi Riau pada Kamis (9/7/2026). Di tengah bayang-bayang potensi hujan lebat dan angin kencang, Riau kini juga harus mewaspadai kemunculan belasan titik panas baru yang mengindikasikan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Mari Frystine mengonfirmasi bahwa berdasarkan pemantauan sensor satelit, saat ini telah terdeteksi sebanyak 14 titik panas yang tersebar di lima wilayah kabupaten dan kota di Riau. Wilayah Kabupaten Rokan Hilir menjadi penyumbang terbanyak dengan tujuh titik panas, disusul Kabupaten Bengkalis dengan tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, serta Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru yang masing-masing mencatatkan satu titik panas.

"Di Provinsi Riau terpantau 14 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya," kata Mari Frystine saat memberikan keterangan resmi di Pekanbaru.

Bila melihat konstelasi yang lebih luas di Pulau Sumatera, total titik panas yang terpantau mencapai 293 titik. Provinsi Sumatera Utara mendominasi sebaran dengan 107 titik, diikuti Sumatera Selatan dengan 58 titik, Aceh 33 titik, Kepulauan Bangka Belitung 30 titik, Lampung 24 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi belapan titik, dan Bengkulu lima titik panas.

Meskipun indikasi titik panas mulai bermunculan di daratan, potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang yang disertai sambaran petir masih membayangi sebagian besar wilayah Riau sejak pagi hingga dini hari. Daerah-daerah di pesisir maupun daratan tengah seperti Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir diproyeksikan mengalami kondisi ini dalam durasi yang cukup panjang.

“Berdasarkan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir. Hujan yang diprakirakan masih akan bertahan hingga siang hari,” papar Mari Frystine.

Memasuki siang hingga sore hari, sebaran hujan dilaporkan meluas ke area administrasi lainnya, meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga wilayah perkotaan Pekanbaru. Memasuki malam hari, fluktuasi cuaca serupa diprediksi masih bertahan di Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.

Terkait kondisi suhu udara, rentang suhu di Riau berada pada angka 23 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi mencapai 55 hingga 100 persen. Sementara itu, pola pergerakan angin berembus dari arah tenggara menuju barat dengan kecepatan konstan antara 10 hingga 40 kilometer per jam.

Situasi ini juga berdampak pada keselamatan jalur transportasi laut. BMKG memberikan catatan khusus mengenai dinamika gelombang di perairan Dumai, Bengkalis, serta perairan Kepulauan Meranti dan Pelalawan yang berpotensi melonjak hingga ketinggian 2,5 meter, meski secara umum rata-rata gelombang di laut Riau masih berada di kategori rendah sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.

“Namun BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang berada pada kategori setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Dumai-Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti-Pelalawan sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diperlukan meningkatkan kewaspadaan,” tutur Mari Frystine menambahkan.

Masyarakat pun diminta untuk terus memperbarui perkembangan informasi cuaca secara berkala guna mengantisipasi transisi cuaca yang ekstrem, terutama bagi yang beraktivitas di ruang terbuka maupun di perairan lepas. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler