RIAUIN.COM - Geliat perekonomian masyarakat yang berangsur pulih pascapandemi berdampak positif pada peningkatan jumlah ibadah kurban di Provinsi Riau. Pada Idul Adha tahun ini, jumlah hewan kurban yang bakal disembelih diperkirakan melonjak hingga 4,8 persen dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, total pemotongan hewan kurban pada tahun lalu tercatat sebanyak 50.463 ekor. Namun, seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat, angka tersebut diproyeksikan melesat menjadi 52.885 ekor pada tahun ini.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Mimi Yuliani Nazir menjelaskan bahwa grafik kenaikan ini sejalan dengan tingginya permintaan hewan ternak di pasaran menjelang hari raya. Pihaknya mencatat tren positif ini merata di seluruh wilayah.
Merujuk pada peta sebaran tahun lalu, Kota Pekanbaru menempati posisi tertinggi dengan aktivitas penyembelihan mencapai 9.435 ekor. Posisi berikutnya diikuti oleh Kabupaten Kampar dengan 7.641 ekor dan Kabupaten Bengkalis sebanyak 5.012 ekor.
Sementara itu, wilayah lain juga mencatatkan angka yang cukup signifikan. Rokan Hulu membukukan pemotongan sebanyak 4.745 ekor, disusul Siak dengan 3.744 ekor, Kuantan Singingi 3.484 ekor, dan Rokan Hilir 3.438 ekor. Wilayah perkotaan seperti Dumai mencatat 3.267 ekor, diikuti Indragiri Hulu 3.152 ekor, Indragiri Hilir 3.071 ekor, Pelalawan 2.752 ekor, serta Kepulauan Meranti sebanyak 722 ekor.
Guna mengantisipasi lonjakan volume penyembelihan tahun ini, pemerintah daerah memperketat pengawasan lalu lintas dan kelayakan hewan ternak. Dinas Peternakan di tingkat kabupaten dan kota telah diinstruksikan untuk menerjunkan tim pengawas ke seluruh titik penampungan pedagang.
Langkah preventif ini diambil untuk memastikan seluruh sapi, kerbau, maupun kambing yang beredar benar-benar bebas dari penyakit. Sebagai jaminan keamanan bagi konsumen, setiap hewan ternak yang lolos uji kelayakan fisik akan langsung dibekali dengan sertifikat kesehatan resmi. (Bil)