Kanal

PLTA Koto Panjang Stabil, Debit Air Masuk dan Keluar Waduk Seimbang

RIAUIN.COM - Manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, di Kampar Riau, melaporkan kondisi terbaru Waduk Koto Panjang per Kamis (25/12/2025) pukul 0700 WIB. Data menunjukkan bahwa ketinggian air waduk (elevasi) berada di angka 7780 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Juru bicara PLTA Koto Panjang Erikmon menjelaskan bahwa pada periode pemantauan tersebut, debit air yang mengalir masuk (inflow) ke waduk dan debit air yang keluar (outflow) melalui turbin tercatat seimbang di angka 18316 meter kubik per detik (m 3 /s). Keseimbangan ini menunjukkan kondisi operasional yang stabil.

"Sebagai perbandingan, pada hari sebelumnya, Rabu 24 Desember 2025 pukul 0700 WIB, elevasi waduk tercatat 7759 mdpl. Inflow saat itu jauh lebih tinggi, mencapai 6965 m 
3/s, dengan outflow turbin sebesar 33100 m 3/s. Terjadi penurunan signifikan debit air yang masuk ke waduk pada Kamis pagi dibandingkan hari sebelumnya," jelas Erikmon, mengutip keterangan dari Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah.

Erikmon menambahkan, elevasi Waduk Koto Panjang saat ini masih berada dalam batas Low Water Level (LWL), yaitu antara 7350 hingga 8059 mdpl. Batas Normal Water Level (NWL) berada di kisaran 8060 hingga 8299 mdpl, sementara High Water Level (HWL) ditetapkan pada elevasi 8300 hingga 8500 mdpl.

Pengaturan Pintu Pelimpah
Mengenai pembukaan pintu pelimpah (spillway), manajemen PLTA Koto Panjang menegaskan bahwa hal tersebut hanya dilakukan dalam kondisi spesifik.

"Pintu pelimpah dibuka jika elevasi waduk telah mencapai atau melampaui 8300 mdpl, dan debit air yang masuk (inflow) mencapai atau melebihi 1000 m 3/s," tegasnya.

Selain itu, pembukaan spillway juga dapat diaktifkan melalui mekanisme Early Release, yakni pelepasan air lebih awal untuk mengantisipasi potensi debit air berlebih yang diprediksi akan tiba di waduk. Perhitungan early release ini didasarkan pada prediksi curah hujan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan analisis kondisi elevasi waduk terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW).

Pembukaan pintu pelimpah juga menjadi opsi saat pembangkit tidak dapat beroperasi, misalnya karena gangguan teknis kelistrikan, atau ketika elevasi waduk berada di batas bawah (7350 mdpl).

Manajemen PLTA Koto Panjang memastikan pemantauan waduk akan terus dilaksanakan secara rutin dan informasi resmi akan disampaikan berkala kepada masyarakat. (Bil)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler