RIAUIN.COM - Race Director Tour de Siak (TdSi) 2022 Sandi Sampurno mengatakan, pelaksanaan TdSi tahun 2022 ini tidak diakui organisasi sepeda internasional atau
Union Cycliste Internationale/International Cycling Union (UCI).
Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya terkait lintasan baru pada etape dua dan tiga. Kemudian, belum terdaftarnya balap sepeda TdSi 2022 di UCI.
"Race TdSi tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena ada lintasan baru. Pihak UCI belum mengetahui race baru ini," kata Sandi, kepada wartawan, usai etape pertama TdSi dengan rute Siak City Race jarak tempuh 85 km, Jumat (2/12/2022).
Dikatakannya, UCI merupakan organisasi sepeda dunia yang mengatur tentang kejuaraan atau perlombaan dan kegiatan sepeda profesional.
"Organisasi ini juga punya kewenangan untuk menetapkan apakah pebalap yang ikut TdSi 2022 masuk poin internasional. Namun karena berbagai kendala, TdSi tahun ini tidak masuk perhitungan UCI. Apalagi waktu pendaftaran juga terlambat," kata Sandi, yang juga pengurus PB ISSI.
Dia menjelaskan, pihak UCI pernah mengakui pelaksanaan TdSi masuk kategori internasional. Dimana, pebalap yang menjuarai setiap etape TdSi tersebut dihitung poinnya. Sehingga berpeluang mengikuti balap sepeda yang kelasnya di atas TdSi, seperti Tour de Singkarak di Sumatera Barat.
"Selama pelaksanaan TdSi sejak 2013, pada TdSi keempat, lima dan enam, itu masuk poin UCI. Makanya banyak diikuti pebalap dari berbagai negara," kata Sandi, yang sejak pertama TdSi digelar bertindak sebagai Race Director.
Terkait etape kedua yang digelar besok, Sabtu (3/12/2022) pagi dengan rute Siak-Pekanbaru menempuh jarak 130 km, kata Sandi, pihaknya sudah melakukan survey dengan pihak terkait. Begitu juga etape ketiga, Pekanbaru City Race.
"Lintasan Siak-Pekanbaru ini sudah kita cek. Jalan yang rusak sudah diperbaiki. Contohnya di Pelalawan, sudah dilapisi aspal setebal 3 centimeter. Walaupun tidak sempurna, tapi layak untuk rute TdSi," ujarnya.
Kendati tidak masuk poin internasional, kata Sandi, pebalap dari 5 negara yang mengikuti TdSi tahun ini merupakan pebalap terbaik dari masing-masing negara.
"Termasuk tuan rumah Indonesia, semuanya pebalap yang ikut TdSi berprestasi," katanya.
Data dari Media Center TdSi 2022 yang diterima Riauin.com, hasil etape pertama pebalap Indonesia menyapu bersih gelar juara dengan rute Siak City Race jarak tempuh 87 km.
Pebalap Indonesia dari BSP Siak Riau Team, Bernard Benjamin tampil sebagai juara pertama mencatatkan waktu 01:48:55 dengan kecepatan rata-rata 47,93 kilometer per jam.
Pebalap yang pernah memperkuat Indonesia di Olimpiade ini berhak mendapatkan Yellow Jersey atas Individual General Classification by Time.
Sementara posisi kedua juga diraih tim tuan rumah, BSP Siak Riau atas nama Muhammad Andy, dan posisi ketiga Barley Octavian, pembalap dari DRJ Cycling Team Malang, Jawa Timur.(nal)