Pemilihan melalui votting tersebut sempat alot digelar, Jumat(28/07/2017) diHotelFurayaPekanbaru. Dari dua kandidat calon ketua, yakni Luzi Diamanda dan H Yuki Chandra ditawarkan untuk bermufakat, namun sampai skorsing waktu yang diberika Pimpinan Sidang, Tun Ahyar tak kunjung membuahkan hasil.
Peserta FPR yang hadir berdaskan absensi sebanyak 22 orang yang semuanya adalah pimpina media massa cetak, televisi dan onlone. Setelah dilakukan votting, tiga peserta tak ikut memilih karena tidak berada di dalam forum.
Hasil votting, Yuki memperoleh 10 suara dan Luzi 9 suara. Dengan demikian Yuki secara sah terpilih memimpin FPR dan Luzi sebagai Sekjen FPR.
Setelah memperoleh hasil, ketua, sekretaris dibantu mantan Ketua FPR, Yanto Budiman diminya untuk menyusun kepengurusan paling lambat tiga minggu setelah pemilihan. Keanggotaan FPR terdiri dari pemred mefia cetak, radio, televisi dan online yanh berkedudukan di Provinsi Riau.
Sebelumnya Pimpinan Sidang menjelaskan, tujuan disepakatinya FPR harus mampu menjadi wadaj perekat silaturrahmi pimpinan redaksi di Riau dan wadah untuk saling bertukar pemikiran intelektual wartawan dalam menyikapi persoalan faktual dan aktual di Riau.
"Sebagao wadah komunikasi yang bersifat informal, keberadaan FPR tidak akan pernah dilembagakan secara formal dan akan selalu bersinerji dengan organisasi wartawan dan pers yang diakui berdasarkan Perundang-undangan, " jelas Tun.
Sementara itu Luzi berharap FPR yang baru ini tidak seperti sebelumnya, yakni dibentuk atas daras kepentingan penguasa. "Kita mau ini ada perubahan. Kota harus tetap menjaga nama baik wartawan, apalagi forum ini terdiro dari orang-orang yang memimpin media. Tap harus dijaga integrotas dan tanpa pengaruh penguasa siapapun, " tuturnya. (vie)