Kanal

BNPT: Seluruh Elemen Diminta Tangkal Paham Radikalisme

RIAUIN.COM-- Seluruh  elemen bangsa diminta untuk terus berperan dalam menangkal paham radikal terorisme di masyarakat.

Permintaan itu diungkapkan Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH dalam acara Silaturahim Kebangsaan dalam rangka Penanggulangan Terorisme bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama dan tokoh masyarakat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di The Sunan Hotel, Surakarta, kemarin.

Hadir dalam acara itu beberapa tokoh seperti KH Subari (Ketua FKUB, Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah), KH. Abdul Rozaq Shofawi (Pengasuh Ponpes Al Muayyad Mangkuyudan), Ustad Yahya Abdurrahman (Ketua Ponpes Al Mukmin Ngruki) serta Tri Prasetya SH (tokoh agama Katholik), Dr Joko Wahyu (tokoh agama Katholik) dan Tanto Kristiyono (okoh agama Kristen) serta undangan lainnya.

dari BNPT yang turut hadir Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Direktur Pencegahan Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM, Direktur Deradikalisasi Prof Dr Irfan Idris MA, Kasubdit Kontra Propaganda Kolonel Pas Drs Sujatmiko dan Kasubdit Bina Luar Lapas Kolonel Sus Solihudin Nasution.

Rafli Amar dalam sambutannya mengatakan, ada tiga upaya pencegahan membangun kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi. 

''Ini semuanya tentu perlu peran dari semua elemen bangsa. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga tokoh agama dan tokoh masyarakat," tuturnya seperti dilansir dari bergelora.com.

Menurut Boy Rafli,  saat ini masih ada kalangan yang mempertentangkan antara Pancasila dengan agama. “Untuk itu mari kita berjuang agar generasi muda ini tidak menjadi korban kebingungan. Para tokoh alim ulama tentu ikut andil dalam menyampaikan pemahaman ini,” ucap mantan Waka Lemdiklat Polri ini.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya melalui video conference pada acara meminta kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk turut berperan dalam membentengi masyarakat utamanaya generasi muda agar tidak mudah terinfiltrasi paham radikal terorisme tersebut.
 
“Para tokoh agama dan tokoh masyarakat kami harap bisa memberikan pendidikan yang dapat mengembalikan mereka pada kemanusiaan yang memiliki cinta dan rasa kasih sayang. Karena pendidikan yang berbasis Pancasila dan NKRI ini dibutuhkan untuk memperkuat bangsa ini,” ujarnya.--tra

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler