Kedatangan massa tak lain merupakan gerakan perlawanan terhadap asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau.
Koordinator Umum Aksi, Helda Khasmy menyampaikan kehadiran para ibu-ibu ke kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan tuntutan kepada Gubernur Riau terkait persoalan asap.
"Cukup sudah 22 tahun anak cucu kita menghirup racun kabut asap. Kami tak ingin lagi melahirkan dari rahim kami generasi asap," ungkapnya.
Menurutnya, persoalan asap bukan peraolaan sederhana dan kecil, tapi ini persoalan besar yang menyangkut kepentingan besar Riau kedepan.
"Kami inginkan Gubernur dan Presiden untuk bersikap tegas, meletakkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya, dan menyampingkan kepentingan perusahaan yang membakar dan merusak hutan," cakapnya.(int/nol)