Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pekanbaru Sarbaini Hasyim mengatakan, para JCH Kloter 2 menjadi yang pertama berangkat. Keberangkatan JCH asal Pekanbaru terbagi dalam lima kloter.
"Empat kloter lainnya berangkat dengan jadwal berbeda," kata Sarbaini, Jumat (14/6/2019).
Lanjutnya, kloter 4 berangkat pada 9 Juli 2019, kloter 5 berangkat pada 11 Juli 2019, kloter 6 berangkat pada 12 Juli 2019 dan kloter 20 berangkat pada 26 Juli 2019.
"Jadi rombongan haji dari Pekanbaru berangkat dalam lima kloter. Ada yang berangkat bersama jemaah dari daerah lainnya di Riau," kata dia.
Menurutnya, para jemaah berangkat dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Mereka nantinya sempat bermalam di Embarkasi Antara Riau satu hari jelang berangkat.
Ia menjelaskan, rombongan keluarga akan mengantar jemaah sampai ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pekanbaru. Dari sana, jemaah akan berangkat menuju Embarkasi Antara Riau.
"Dari sana (Embarkasi), nanti jemaah berangkat ke Batam. Lalu kemudian berangkat ke Arab Saudi," kata dia.
Dia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada tahun ini hanya memberi fasilitas transportasi menuju embarkasi dan bandara. Nantinya keluarga cuma bisa mengantar para JCH hingga di Kantor Kemenag Kota Pekanbaru.
"Jadi keluarga cuma bisa mengantar hingga kantor Kemenag. Sebab jemaah yang hendak masuk ke embarkasi, berkumpul lebih dulu di Kantor Kemenag Pekanbaru," terangnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pemko Pekanbaru tidak lagi memberi bantuan dana atau pun tiket pesawat kepada jemaah. "Kita tidak lagi memberi bantuan. Karena dapat teguran BPK. Jadi kita hanya fasilitas kendaraan saja," jelasnya.
Jumlah JCH asal Pekanbaru mencapai 1.238 orang. Awalnya jumlah JCH asal Pekanbaru sebanyak 1.240 orang. Dua di antaranya meninggal dunia saat persiapan berangkat ke tanah suci. Proses manasik untuk tingkat kota sudah berlangsung.
"Saat ini sedang berlangsung manasik haji tingkat kecamatan," jelasnya. (int/nol)