Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
Aprilia Manganang Akan Ganti Nama Usai Dinyatakan Sebagai Pria
RIAUINCOM – Mantan pevoli andalan Indonesia, Aprilia Manganang, kini bisa bernapas lega. Status jenis kelaminnya sudah jelas. Kini, mantan atlet yang berpangkat Sersan Dua (Serda) itu akan mengganti namanya dalam waktu dekat.
Sebagaimana diberitakan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, mengonfirmasi Aprilia Manganang sebetulnya berjenis kelamin laki-laki. Akan tetapi, saat lahir, ia dinyatakan sebagai perempuan karena menderita kondisi hipospadia.
Kondisi tersebut menyebabkan lubang air seni tidak berada di ujung alat kelamin, tetapi bagian bawah. Akibatnya, petugas paramedis mengira Aprilia Manganang sebagai wanita saat lahir.
Kesalahan diagnosa itu baru terungkap belakangan ini ketika Aprilia Manganang akhirnya menjalani tes. Atlet berusia 28 tahun itu kemudian dinyatakan sebagai laki-laki tulen.

Aprilia Manganang semasa menjadi pemain andalan Timnas Voli Indonesia.
Setelah dikonfirmasi sebagai laki-laki, Aprilia Manganang akan berganti nama yang merupakan pilihan dirinya dan orang tua. Sebelum itu, Aprilia harus mengubah lebih dulu status jenis kelaminnya dari perempuan menjadi laki-laki lewat jalur hukum.
TNI akan membantu Aprilia untuk mengubah statusnya lewat jalur hukum. Dokumen-dokumen untuk syarat perubahan status tersebut telah disiapkan oleh pihak TNI.
“Kita berharap Pengadilan Negeri Tondano akan memberikan dan menetapkan perubahan nama, dari sebelumnya ke yang akan dipilih oleh Aprilia dan orang tuanya, lalu juga perubahan status sesuai pasal 56 dari Undang-Undang No. 23 tahun 2016 (tentang administrasi kependudukan),” ujar Jenderal TNI Andika Perkasa, pada konferensi pers, Selasa 9 Maret 2021.

Kondisi Aprilia Manganang saat ini yang dinyatakan sebagai lelaki tulen.
Sebetulnya, kondisi yang dialami Aprilia Manganang tidaklah parah. Namun, dalam kasusnya, Aprilia termasuk dalam kategori 10 persen yang serius sehingga butuh penanganan yang tidak kalah seriusnya.
Kelainan yang diderita Aprilia tidak sempat ditangani dengan maksimal karena ketidakpahaman serta kondisi finansial keluarga. Alhasil, hingga berusia 28 tahun, Aprilia dinyatakan sebagai perempuan.
Aprilia sendiri telah sukses menjalani operasi corrective surgery pertama untuk menangani kelainannya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Rencananya, ia akan menjalani operasi yang sama sekali lagi dalam waktu dekat. - gha
Berita Lainnya
Wujudkan Sinergi Bagi Negeri, Capella Honda Riau Apresiasi SMK Binaan Honda Lewat Program AHASS Goes to School
Satu Hati Menemani Setiap Langkah, Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Hari Pelanggan Nasional 2026
Sepenuh Hati Memahami, Telkomsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Sumatera
Tembus 170 Bikers, New Vario Evo Night Ride Vol 2 Ramaikan Malam Pekanbaru
Perkuat Ekosistem Pembelajaran Digital, Telkomsel Dukung PBAK UIN Suska Riau 2026
Zahra Nur Habibni Wakili Riau di AHM Best Student 2026 Tingkat Nasional
Wujudkan Sinergi Bagi Negeri, Capella Honda Riau Apresiasi SMK Binaan Honda Lewat Program AHASS Goes to School
Satu Hati Menemani Setiap Langkah, Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Hari Pelanggan Nasional 2026
Sepenuh Hati Memahami, Telkomsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Sumatera
Tembus 170 Bikers, New Vario Evo Night Ride Vol 2 Ramaikan Malam Pekanbaru
Perkuat Ekosistem Pembelajaran Digital, Telkomsel Dukung PBAK UIN Suska Riau 2026
Zahra Nur Habibni Wakili Riau di AHM Best Student 2026 Tingkat Nasional