Kanal

Diminta Buka Jalur di Pekanbaru, DAMRI Masih Pikir-pikir!

Riauin.com, Pekanbaru - Bus Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) masih pikir-pikir dan mengkaji pangsa pasar untuk bisa beroperasi di Pekanbaru. 

Padahal, perusahaan ini sudah diminta untuk membuka rute di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru sejak setahun belakangan ini.

"Setahun ini saya sudah minta Damri ke sini, enam bulan lalu sudah diundang buka rute Bandara Pekanbaru. Tapi Damri masih melihat pangsa pasar berapa banyak penumpang setiap harinya apakah sudah layak atau belum," kata General Maneger PT Angkasa Pura (AP) II, Jaya Tahoma Sirait, Kamis (10/11/2016).

Dijelaskannya, data penumpang berangkat dan datang di Bandara Pekanbaru saat ini sudah di atas 8500 per hari. Malahan pada hari tertentu sudah bisa di atas 11 ribu.

"Beberapa pekan terakhir ini meningkat 10 persen jelang akhur tahun yakni sudah di atas 9000. Kalau bicara bandara kita sudah berkategori sedang karena 2-5 juta penumpang per tahun," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kargo rata-rata ada 35 ton per hari yang diangkut. Memang diakuinya jumlah tersebut masih belum begitu besar karena angkutan kargo khusus belum ada, hanya bergabung di pesawat penumpang saja.

Saat ini untuk memudahkan pelayanan transportasi dari dan menuju bandara, pihaknya telah mengizinkan Bus Trans Metro Pekanbaru untuk mengangkut penumpang. Akan tetapi AP II menemukan masalah karena TMP belum bisa berkontribusi ke bandara karena penumpangnya yang masih belum signifikan atau sedikit.

"TMP sudah diizinkan masuk bandara, tapi kontribusinya belum ada ke AP II. Kesepakatan kita mau menambahkan tarif ke penumpang untuk yang naik dari bandara saja. Karena bagaimanapun TMP menggunakan fasilitas bandara, tapi belum diberlakukan karena penumpangnya tidak signifikan," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa dalam aturannya memang harus ada kontribusi bagi bandara karena kerjasama tentunya harus saling menguntungkan. Adanya usulan kenaikan tarif karena bandara bukanlah lembaga yang anggarannya disiapkan pemerintah. (ant)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler