"Hasil pengawasan dan penelitian kami, terhadap tingkat kepercayaan rakyat kepada Polri mencapai 82,3 persen. Untuk itu kami datang memberikan penghargaan atas prestasi yang diraih selama ini," ungkap Direktur Eksekutif Drs Edi Saputra Hasibuan kepada wartawan.
Penghargaan itu jatuh pada Satuan Kerja (Satker) Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Dalam hitungan tahun 2018 lalu, Polisi berhasil mengungkap kasus ratusan kilogram narkotika berbagai jenis. Yang intinya mampu menyelamatkan hidup generasi anak bangsa.
"Dengan kinerja Polda Riau saat ini, mampu selamatkan masyarakat dan anak bangsa dari bahayanya narkoba. Bayangkan jika ratusan kilogram narkoba sabu dan lainnya sampai ke tangan masyarakat, mungkin gak bisa dibayangkan," papar Edi.
Edi berharap, dengan adanya prestasi Polda Riau dalam mengungkap kasus ini, hendaknya dapat memberikan efek jera para pelaku kejahatan jaringan narkoba ini. Satu sisi, segala pihak dapat ikut serta membantu bahu membahu perangi musuh negara tersebut.
"Kita tau masuknya peredaran narkoba ini melalui perairan di laut dan pelabuhan tikus. Untuk itu harus diwaspadai, tidak hanya Riau, tapi seluruh Polda lainnya agar dipantau dan diawasi," pungkas Edi.
Terpisah, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, mengapresiasi kinerja Satker nya (Ditresnarkoba) atas prestasi mengungkap kasus narkoba selama tahun 2018 silam.
"Penghargaan merupakan surprise bagi saya dan jajaran. Selama ini kami hanya kerja, kerja dan kerja sesuai Tupoksi kepolisian. Ternyata ada yang memantau hasil kami," ucap Kapolda.
Kapolda juga menyinggung masalah peredaran narkoba masuk melalui pelabuhan tikus. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Airud dan TNI serta Polres setempat.
"Makanya, mari sama-sama kita keroyok jaringan narkoba yang masuk ini, tidak hanya kalangan aparat saja tapi juga segala pihak ikut bertanggung jawab demi menjaga generasi anak bangsa yang mendatang," tutup Kapolda.(int/nol)