Kanal

Ajak Sholat Jumat, Personil Brimob Adzan dari Atas Barakuda

Riauin.com, Jakarta - Ribuan massa tumpah ruah di ibukota Jakarta untuk mengikuti aksi damai terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini, Jumat (4/11/2016).

Meskipun aksi ini dikabarkan sebagai aksi demonstrasi terbesar setelah demo 1998, namun suasananya cukup kondusif.  Sekretaris PWI Riau, Eka PN yang berada langsung di tengah massa mengatakan bahwa aksi berjalan cukup tertib dan damai. Bahkan aparat yang berjaga kompak dan menunjukkan sikap yang baik kepada demostran.

Salah satu yang unik adalah saat berlangsung sholat jumat, sebagian massa terpisah dan menjalankan ibadah di depan Monumen Nasiona (Monas)

"Saya cukup bangga berada di sini. Sebagai personal maupun Sekretaris PWI Riau, sebuah kebanggaan bisa melihat langsung dan menjadi bagian dari sejarah umat muslim di Indonesia," ujar Eka PN kepada Riauin.com, Jumat (4/11/2016).

Hasil pantauan Sekretaris PWI Riau, Eka PN dari lokasi demo, Ribuan massa berkumpul dan berorasi di depan Monas. Namun sampai waktu shalat jumat tiba, mereka berhenti dan bersegera ke Masjid Istiqlal. Sayang, barisan batu penghalang dan kendaraan panser barakuda sudah berjejer menghalang laluan mereka. Sementara, untuk kembali ke jalur awal sudah tidak memungkinkan waktunya.

Tiba-tiba, seorang tokoh demonstran meminta kepada semua jamaah untuk menggelar salat jumat di depan monas saja. Sejurus kemudian, massa membuat barisan shaf yang rapi dan memanjang ke belakang.

Melihat hal tersebut, seorang komandan aparat memerintahkan anggotanya untuk menggeser penghalang dan kendaraan panser barakuda. Lalu sejumlah aparat menggeser batu dan kendaraan berat beberapa meter, agar ruang untuk salat jumat menjadi lebih lapang.

Sampai waktu azan pun tiba, seorang aparat muda minta izin untuk menjadi muazin. Kemudian dia naik keatas barakuda, menghadap kiblat, lalu mengumandangkan azan. Semua jamaah tertegun, sebab suara sang muazin terbilang merdu.

Sampai waktu khatib naik mimbar pun tiba. Seorang dari demonstran yg sudah bersiap menaiki batu di hadapan dan pengeras suara seadanya. Oleh sang komandan, ustad tadi diminta berkhutbah di atas panser saja. 

Meski sempat tertegun, namun ustad bergegas menaiki mimbarnya yang sudah ada pengeras suara yang lebih baik dari sebuah toa. Di atas mimbar istimewa sang khatib dadakan tadi pun menyampaikan materi khutbah.

Usai sholat jumat, Massa demonstrasi 4 November berangsur merapat menuju Istana. Salah satu jalan yang dilewati para pendemo adalah di depan Stasiun Gambir,Jakpus.

Massa pendemo menyemut di sepanjang jalan. Jalan di depan gambir berubah menjadi berwarna putih. Pendemo berjalan dari arah Pejambon dan Tugu Tani menuju ke Istana Merdeka. Seluruh ruas jalan dipenuhi pendemo.  (red)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler