"Karena dipercepat, tentu harus disesuaikan, dan anak didik juga disiapkan dengan matang. Jangan sampai dengan percepatan itu mengganggu kualitas," kata anggota DPRD Riau, Taufik Arrahman.
Politisi Gerindra ini mengatakan, UN indikatornya adalah nilai, tentunya tidak ingin memjadi berpengaruh karena ada percepatan tersebut.
"Tentu ini menjadi tanggung jawab kita semua, khususnya Dinas Pendidikan, tenaga pendidik, anak didik dipersiapkan. Entah itu dengan belajar extra atau metode lain supaya tetap mencapai target seperti seharusnya," cakap Taufik.
Seperti diberitakan wartawan sebelumnya, Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK sederajat tahun 2019 di Riau dipercepat. Ujian digelar akhir Maret sampai awal April, atau sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.
Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Rudyanto, kepada wartawan, Selasa (8/1/2019). Dia mengatakan, percepatan UN tahun ini karena pada 17 April pelaksanaan Pemilu.
"Biasanya UN dilaksanakan akhir April, tapi karena ada Pemilu dipercepat. Jadi sebelum Pemilu pelaksanan UN sudah selesai," katanya. (int/nol)