Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia Tbk, (GIAA) Benny S. Butarbutar, menegaskan bahwa maskapai itu tidak mengabaikan pendaratan darurat untuk menyelamatkan penumpang yang tengah mengalami kondisi kritis di pesawat.
“Menyelamatkan manusia yang sedang kritis merupakan tugas sekaligus panggilan. Namun karena kondisinya sudah sangat kritis sehingga berpulang dengan cepat,” katanya dalam siaran pers, Minggu (16/10/2016).
Sabtu (15/10/2016) lalu, seorang penumpang Garuda Indonesia bernama Lukman Susanto meninggal di pesawat dengan nomor penerbangan GA-716 rute Jakarta-Melbourne. Benny mengungkapkan Garuda Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya penumpang. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dan ketabahan.
Selain itu, perwakilan Garuda Indonesia juga ikut membantu pengurusan jenazah dan mengunjungi keluarga yang ditinggalkan dalam suasana yang baik. Adapun, proses pemeriksaan dilanjutkan oleh kepolisian Australia dan otoritas yang berwenang. (red)