RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 945 titik panas (hotspot) mengepung wilayah Pulau Sumatera pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Porsi terbesar berada di Provinsi Sumatera Selatan yang menyumbang 613 titik.
Secara keseluruhan, sebaran hotspot di Sumatera mencakup Bangka Belitung sebanyak 129 titik, Lampung 101 titik, Jambi 61 titik, Bengkulu 13 titik, serta Sumatera Barat 8 titik. Wilayah Aceh dan Sumatera Utara masing-masing mencatat 5 titik, diikuti Kepulauan Riau dengan 2 titik.
Di tengah tingginya angka hotspot di Sumatera, kemunculan titik panas di Provinsi Riau juga tercatat mulai melonjak, dari yang sebelumnya hanya 1 titik kini menjadi 8 titik.
"Delapan titik panas yang terpantau di Riau tersebar di empat wilayah," ujar Prakirawan BMKG, Putri Santy S.
Putri merincikan bahwa Indragiri Hulu menjadi daerah penyumbang terbanyak dengan 3 titik panas. Wilayah Pelalawan dan Kota Dumai masing-masing mencatatkan 2 titik, sementara 1 titik tersisa terdeteksi di Kabupaten Rokan Hilir.
Meski lonjakan titik panas terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena hotspot tidak selalu menandakan adanya kebakaran hutan dan lahan secara pasti.
"Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Informasi ini tetap harus dikonfirmasi melalui pengecekan aktual di lapangan," kata Putri.
Potensi meluasnya titik panas di Riau diperkirakan dapat tertekan oleh kondisi cuaca. BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur sebagian besar wilayah Riau sejak siang hingga sore hari, yang dapat menjaga kelembapan permukaan tanah. (*)