Kanal

Harga Daging Ayam Tembus Rp 37 Ribu, TPID Pekanbaru Telusuri Rantai Pasok Hulu ke Hilir

RIAUIN.COM - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pekanbaru memperketat pengawasan rantai distribusi daging ayam ras dari hulu hingga ke hilir. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga daging ayam di pasaran yang kini menyentuh angka Rp 37.000 per kilogram.

Untuk mengusut penyebab kenaikan tersebut, TPID bakal memanggil para vendor dan penyedia pasokan ayam ras guna membongkar komponen pembentuk harga di tingkat pedagang. Pemerintah daerah mengkhawatirkan adanya oknum yang sengaja mengambil keuntungan tidak wajar di tengah lonjakan harga pasar.

"Kami akan panggil para vendor ini, karena kami ingin tahu informasi struktur harga, agar harga bisa ditekan, sehingga tidak terjadi kenaikan lagi," tegas Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Senin (24/8/2026).

Ingot menjelaskan bahwa tren lonjakan ini terlihat drastis jika dibandingkan dengan pergerakan harga pada bulan sebelumnya. Langkah cepat diambil agar spekulasi pasar tidak semakin memperberat beban konsumen.

"Kalau dibanding dengan bulan Januari, harga daging ayam ras masih stabil. Tapi dibanding bulan Juli harganya naik signifikan," ujar Ingot.

Pemeriksaan tidak hanya menyasar distributor utama, tetapi juga melibatkan seluruh pelaku rantai pasok. TPID menjamin penelusuran akan dilakukan menyeluruh untuk memastikan keterbukaan harga dari produsen hingga ke tangan pengecer di pasar-pasar tradisional.

"Karena ada kenaikan, kita telusuri sejumlah pihak produsen serta pelaku di pasar, termasuk pihak perantara antara produsen dan pengecer," kata Ingot. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler