RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Dumai menanggung seluruh biaya pengobatan puluhan siswa sekolah dasar yang dirawat akibat diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD dr Suhatman.
Langkah penanganan darurat dan evaluasi total program MBG langsung diambil usai insiden tersebut berdampak pada sejumlah murid yang mengenakan seragam pramuka.
Saat meninjau para siswa di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Walikota Dumai Paisal menegaskan prioritas utama saat ini adalah memulihkan kesehatan seluruh anak.
"Kesehatan dan keselamatan anak-anak kita adalah prioritas nomor satu saat ini. Alhamdulillah, kami sudah instruksikan pihak RSUD dr. Suhatman untuk memberikan pelayanan medis yang maksimal hingga seluruh siswa benar-benar sembuh dan bisa kembali pulang ke rumah," kata Paisal.
Paisal menambahkan, Pemko Dumai tidak hanya menggratiskan biaya perawatan hingga sembuh total, tetapi juga menerjunkan tim khusus untuk mengusut penyebab pasti kontaminasi makanan.
"Insyaallah Pemko Dumai akan mengambil langkah-langkah terhadap permasalahan ini dengan melibatkan pihak terkait. Kami memastikan evaluasi ketat akan dilakukan agar standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan program Makan Bergizi Gratis di Kota Dumai ke depan terjaga penuh dan kejadian serupa tidak terulang lagi," ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Paisal didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Mukhlis Suzantri serta Direktur RSUD dr. Eka Viora Effendi. Kondisi para siswa dilaporkan mulai stabil dan membaik setelah mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter.
Selain pejabat pemko dan tim medis, penanganan korban keracunan ini juga mendapat pendampingan langsung dari jajaran Polres Dumai, pihak sekolah, dan orang tua murid di ruang perawatan. (Bil)