Laporan: Hendrianto.
RIAUIN.COM– Masyarakat Pauh Pangean akhirnya mengambil tindakan nyata. Mereka memperbaiki saluran irigasi yang jebol Selasa kemarin.
Perbaikan dilakukan secara swadaya. Warga menggunakan papan dan terpal seadanya.
Langkah darurat ini terpaksa diambil. Tujuannya agar air tetap mengalir ke sawah. Petani sangat membutuhkan pasokan air tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Juru Irigasi, Alazis. Beliau memberikan konfirmasi, Rabu (9/6/2026). Alazis membenarkan adanya aksi gotong royong warga tersebut.
"Untuk sementara kami perbaiki secara swadaya. Menjelang ada tindakan dari BWS," kata Alazis kepada riauin.com.
Menurut Alazis, irigasi tersebut sangat vital. Infrastruktur ini mengaliri sekitar 300 hektar sawah. Jika air terhenti, petani terancam merugi besar.
Saluran ini sebenarnya belum lama diperbaiki. Setahun lalu ada proyek rehabilitasi. Beberapa titik yang bocor sempat ditambal.
Namun, kekuatan struktur tanah di bawahnya bermasalah. Kemarin, tanah di bawah irigasi mengalami longsor. Akibatnya fatal. Saluran beton itu patah lalu jebol total.
Sementara itu, status proyek mulai terungkap. Salah seorang pengelola irigasi, Suhar, ikut bersuara. Ia menyebut fasilitas ini milik pusat.
Suhar mengatakan irigasi tersebut merupakan proyek dari Balai Wilayah Sungai (BWS) II. Tanggung jawab perbaikan permanen ada di tangan mereka.
"Itu dulu dananya kalau ndak salah dari BWS," pungkas Suhar singkat.
Kini warga hanya bisa menunggu tindakan cepat. Perbaikan terpal dan papan tidak akan bertahan lama. Masyarakat berharap BWS II segera turun ke lokasi. (***)