Namun ada yang unik cara warga melihat gerhana. Selain menggunakan kaca mata khusus, ada juga yang memakai kaca nako besar. Seperti dilakukan Sukri, warga jalan Utama di kawasan Simpang Tiga Pekabaru.
Tukang kaca itu mengajak anak-anaknya melihat gerhana matahari menggunakan kaca nako hitam yang ada di tempat kerjanya. "Masih bisa terlihat, meski tidak jelas. Karena ada awan," ujar Sukri.
Sementara Wanda yang datang ke mesjid Annur untuk sholat gerhana matahari juga sempat melihat fenomena gerhana usai sholat. Uniknya, dia tidak menggunakan kaca mata, melainkan kertas rontgen.
"Biar nggak kena efeknya. Takutnya sakit mata," ujar Wanda sambil asik melihat gerhana. VIN