"Ada peningkatan jumlah titik api sejak pagi hingga sore ini. Pantauan satelit kami hingga sore ada 69 titik, panas, terbanyak di Riau. Pantauan pagi tadi hanya 16 titik, terjadi peningkatan 100 persen," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Menurut analisa BMKG titik panas ini berpotensi menyebabkan kabut asap di Riau, karena berada di areal lahan gambut dan lokasinya sulit dijangkau. Diperlukan penanganan serius agar api tidak meluas, sehingga kekhawatiran akan kabut asap kembali tidak terjadi.
"Ke 53 titik panas tersebut berada di Kabupaten Inhil satu titik, dua titik di kawasan Kabupaten Siak, empat titik di Kepulauan Meranti, 14 titik terpantau di Bengkalis, sedangkan penyumbang titik api terbesar berada di wilayah Dumai 16 titik," terangnya. Fio