Anggota Komisi E DPRD Riau, Muhammad Adil mengatakan, sudah terlalu lama waktu yang tersedia, namun pihak dinas pendidikan sepertinya hanya main-main dalam mengerjakan pendataan tersebut. Sehingga gaji guru honor berlarut-larut belum dibayarkan, bahkan memasuki bulan keenam para guru tersebut belum gajian.
“Kami baru saja dari Kepulauan Riau, di sana, pendataan sudah selesai semua, tak ada lagi mereka istilah guru honor komite, semuanya guru honor daerah. Selain itu, kepala sekolah mereka sudah dilantik semua. Mereka serius dan cepat menyelesaikan. Duit sudah ada tersedia, kok tak bayar, tak ada alasan tak dibayarkan,†kata Adil, kemarin.
Dikatakannya, dirinya menilai ada kesengajaan yang dilakukan sehingga memperlambat anggaran keluar, dan tetap didepositokan. “Memang sengaja nampaknya tak dibayarkan, supaya duitnya tidak keluar dan tetap menjadi deposito,†imbuhnya.
Ditegaskannya, bagaimana pun pembayaran honor harus tetap dilakukan, apalagi saat ini akan memasuki lebaran Idul Fitri, ditambah lagi akan memasuki tahun ajaran baru, dan anak-anak guru honor akan masuk sekolah SD, SMP, SMA, dan juga perguruan tinggi. Oleh karena itu, ia meminta kepada Gubernur Riau untuk mengambil kebijakan bagaimana guru-guru tersebut bisa menerima haknya jelang lebaran ini.
“Seorang gubernur harus tahu apa yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Karena gubernur yang melantik OPD, mereka tangan kanan gubernur, digaji besar, semua tunjangan ada, fasilitas diberi, kasihan pahlawan tanpa tanda jasa yang mendidik anak-anak Riau tidak mendapat perhatian di negeri yang APBD-nya Rp 10,4 triliun. Itu sungguh terlalu. Karena sudah dianggarkan, tapi tidak dibayarkan,†sesalnya. (src)