Kanal

Hoax, Seruan MUI Sebut Rapid Test Corona Alat PKI

JAKARTA, RiauIN.com – Viral selebaran mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia meminta para ulama, kyai, dan ustadz di seluruh Indonesia untuk berhati-hati dan waspada dengan adanya rapid test Covid-19.

Selebaran tersebut menyebut bahwa rapid testcorona adalah modus operandi dari Partai Komunis Indonesia (PKI) atas perintah negara komunis China untuk "menghabisi" para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di negara Muslim lain. 

Terkait hal ini, MUI menegaskan kalau selebaran tersebut adalah tidak benar alias hoax.

"Ini berita hoax bin hoax binti hoax," kata Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas saat dikonfirmasi VIVAnews, Senin (25/5/2020).

Dia menjelaskan, pihak MUI tidak pernah mengeluarkan selebaran tersebut. Maka dari itu, masyarakat diminta jangan percaya akan surat selebaran tersebut, dan menelan mentah-mentah pernyataan dalam selebaran tersebut, karena dipastikan disebar oleh orang tak bertanggung jawab yang mencatut nama MUI. Masyarakat juga diimbau tetap tenang.

Dikutip dari laman resmi www.mui.or.id, Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI menyebutkan surat tersebut tidak sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Organisasi Majelis Ulama Indonesia (PO MUI) edisi Revisi 2018.

Kesalahan tersebut antara lain: Pertama, Kepala Surat, tidak sesuai dengan Pasal 4 PO MUI yang telah ditentukan, perlu diketahui Kepala Surat Resmi MUI adalah sebagai berikut

Kedua, struktur surat juga tidak sesuai dengan standar PO MUI pada Pasal 4 yang terdiri dari Kepala Surat, Nomor, Lampiran, Hal Surat, Alamat dan Tujuan Surat, Isi Surat, Format margin surat, Pembukaan dan Penutup Surat, Nama dan Tanda Tangan.

Ketiga, setiap surat harus menyebut dengan jelas siapa pengirimnya, Penanggung jawab surat adalah Ketua Umum atau Ketua sebelah kiri dan Sekretaris Jenderal atau Sekretaris di sebelah kanan.

"Demikian klarifikasi dari Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia atas pertanyaan dari masyarakat," ungkap Anwar Abbas.(vie)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler