Beliau membuka ceramahnya dengan surat Ali Imran 102. Jangan berislam setengah-tengah. Berislamlah dengan totalitas sampai mati.
Berjihad tidak mempercepat kematian. Tidak berjihad juga tidak memperlambat kematian. Pilihlah hidup mulia.
Kata Buya Hamka: Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja kera juga bekerja.
Tapi hiduplah;
Allah tujuan hidup kami
Rasul teladan kami
Al-Qur'an pedoman hidup kami
Jihad jalan juang kami
Mati di jalan Allah cita-cita tertinggi kami.
UBN menceritakan kisah sahabat Abu Talhah sebelum perang Uhud. Kata Rasul, Ia seorang laki2 yang suaranya mengalahkan suara 100 orang laki-laki. Ketika perang Uhud ia mengatakan kepada Rasul "aku tidak akan membiarkan satu bilah pisaupun menebas leher engkau ya Rasul. Aku tidak akan membiarkan satu busur panahpun menembus dada engkau ya Rasul."
Semangat laki-laki seperti ini yang dicari hari ini! Dan semangat ini tidak akan lahir kecuali dari seorang laki-laki yang terjaga keshalihannya.
Muhammad Nasir berpesan kepada Soekarno, agar Indonesia jangan menjadi RIS tapi menjadi NKRI dan alhamdulillah NKRI masih bertahan sampai hari ini. Terbentuknya NKRI adalah pesan ulama. Maka aneh, jika ulama dikatakan anti NKRI.
UBN mentadabburi QS: al-Hujurat: 13
"Wahai manusia kami jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar mereka saling mengenal. Sungguh yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang bertaqwa."
Pilihlah untuk menjadi orang-orang bertaqwa.
UBN mengapresiasi bahwa bangsa melayu adalah asal muasal orang Indoneaia dan bahasa melayu adalah asal muasal bahasa Indonesia. Orang-orang melayu juga telah membuktikan kepiawaian mereka dalam masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
UBN mengulas, Acara 411 dan 212 adalah murni karunia Allah. Campur tangan Allah lah yang membuat umat islam yang datang dari negeri manapun, apalagi saudara2 kita yang datang dari Ciamis. Dia yang menggerakkan hati semua islam untuk bersatu.
Beliau mentadabburi QS: Ali Imran 103: "maka ingatlah nikmat Allah ketika kalian bermusuh-musuhan lalu Allah lunakkan hati kalian, maka kalian menjadi bersaudara"
Selama ini kita di negeri ini sering ribut dengan perkara kecil dan menjadi bermusuhan. Dengan momen 411 dan 212 Allah membuat kita lupa semua keributan2 itu dan semuanya bersatu datang ke Jakarta. Ini adalah karunia besar Allah.
Umat Islam di Indonesia saat ini menurut UBN diberikan Allah setidak-tidaknya 2 karunia besar:
1. Izzah (harga diri) islam dan umat islam di Indonesia naik.
2. Ukhuwwah islamiyah.
Umat islam Indonesia alhamdulillah sudah mulai menyadari kekuatan luar biasa di balik shalat Subuh berjamaah. Sehingga hati-hati mereka bercahaya. Itu adalah cahaya dari Allah. Ketika umat sudah bagus dalam subuh, cahaya Allah akan menjadi terang benderang dan tidak akan ada yang bisa memadamkannya. Tidak ada kekuatan apapun yg bisa memadamkannya!
Mari mencontohkan dan mewariskan semangat keimanan kepada anak-anak dan generasi mendatang dengan Subuh berjamaah. UBN mentadabburi QS: al-Thur: 21.
"Orangtua beriman akan berkumpul dengan keluarganya di akhirat nanti jika anak cucunya juga beriman."
Menurut UBN, 3 syarat kebangkitan islam dan umat islam:
1. Umat islam harus mengikatkan diri kepada fatwa ulama.
Kalau tidak siap pegang fatwa ulama, umat akan jalan sendiri-sendiri dalam kegelapan dan terkapar oleh godaan duniawi. Mereka tidak tentu arah. Umat harus ikut ulama, karena mereka adalah penerus para Nabi.
2. Umat harus siap dipimpin oleh ulama secara formal dan membela ulama. Seperti sahabat Abu Talhah yang membela Rasul. Kalau Indonesia dipimpin ulama, insya Allah Indonesia akan mencapai "Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur"
3. Perkuat lembaga keilmuan dan keulamaan.
Mari giat menghidupkan kajian-kajian islam.(FH/Heri)