Kanal

Jalan Lintas Desa Tak Bisa Dilewati, Warga Sungai Tohor Minta Pengerasan Sebelum Lebaran

MERANTI, RiauIN.com - Warga Desa Sungai Tohor sangat mengharapkan peningkatan jalan lintas Sungai Tohor menuju Desa Tanjung Sari sebelum  Hari Raya Idul Fitri pengerasannya sudah dikerjakan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sungai Tohor kepada RiauIN, Jumat (1/5/2020).

Dikatakan, warga sungai Tohor sangat mengharapkan jalan yang sudah ditimbun dengan tanah merah tersebut hendaknya dikerjakan juga penghamburan base-nya sebelum Lebaran.

Baca Juga:
Alhamdullilah, 3 Pasien Positif Corona di Dumai Sembuh

"Kita sangat berharap sebelum Lebaran jalan yang sudah ditimbun tanah sebelum lebaran base-nya sudah dihamburkan. Karena kalau tidak dihamburkan material base jalan ini tidak bisa dilalui warga apabila hujan," terang Erwin.

Seperti kejadian beberapa hari lalu, salah seorang warga ada yang meninggal dunia. Namun karena jalan yang sudah ditimbun ini tidak bisa dilewati oleh kendaraan, maka warga terpaksa membawa jenazah dengan cara memikul kerandanya. Sementara jalan yang hancur dan licin tersebut sepanjang lebih kurang 500 meter.

"Kita bukan tidak suka ada pembangunan di desa kita ini, justru kita sangat berterima kasih kepada Pemda. Tapi tolong juga perharikan medan di lapangan seperti apa," jelas Erwin.

Baca Juga:
Warga di Negara Ini Pakai Kotoran Ayam Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Tidak hanya itu, Kepala Desa Sungai Tohor Efendi SE menambahkan pihaknya sudah menghubungi kontraktor beberapa hari lalu. 

"Sudah saya hubungi kontraktornya meminta agar jalan tersebut segera dikeraskan dengan siraman batu. Agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu jalan yang tidak dapat dilalui jika hujan tersebut," kata Efendi.

"Kami sudah menghubungi pihak kontraktor. Keterangan mereka kepada kami, jalan sepanjang dua kilometer lebih ini dilapisi tanah merah terlebih dahulu. Pihak kontraktor ingin mengukur kualitas tanah terlebih dahulu, setelah itu baru di-base-kan," jelas Efendi kepada RiauIN, beberapa hari lalu.

Namun Efendi menjelaskan, biasanya setiap satu kilometer penghamburan tanah pasti disusul dengan penghamburan base. Tetapi kalau sepanjang dua kilometer lebih ini dihamburi tanah semua, maka dampaknya akan mempengaruhi ekonomi masyarakat Desa Sungai Tohor. 

Baca Juga:
Ketua DPRD Riau Kritik Bupati Salat Tarawih Berjamaah di Tengah Wabah Corona

"Jika musim panas bisa digunakan akses jalan tersebut. Tapi kalau hujan warga mau melewati jalan mana, dan sampai saat ini material base-nya belom terlihat sama sekali," kata Efendi, kesal.(syah)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler