Masjid Raya Senapelan yang terletak di Kecamatan Senapelan yang lebih dikenal daerah pasar bawah yang saat merupakan Pasar wisata tempat mencari aneka oleh oleh dari kota Pekan baru.
Mesjid Raya Senapelan ini lokasinya berdekatan dengan pasar wisata ini juga merupakan bukti bersejarah dan saksi awalnya berdiri kota Pekanbaru, dan kalangan dewan tidak mau nilai-nilai sejarah yang ada di mesjid Raya tersebut hilang begitu saja.
Sangat di sayangkan saat ini bangunan mesjid raya tidak lagi seperti awal berdiri dahulu, revitalisasi membuat bangunan mesjid ini berubah total, untuk itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru H Fatullah, meminta pemerintah untuk bisa bersikap bijak.
"Kita juga menginformasikan kepada bapak gubernur jangan terburu-buru menurunkan anggaran untuk sekarang ini. Tolong ditahan dulu! Karena masyarakat Riau khususnya di Pekanbaru tidak menerima keberadaan mesjid raya yang ada sekarang.
Kita membangun itu harus singkron apa tidak dengan masyarakat, menerima atau tidak masyarakat dengan perubahan mesjid ini. Masyarakat inginnya dibangun mesjid raya seperti semula. Kalau seperti sekarang ini sudah jauh berubah," tegas Fatullah.
Poliitisi Gerindra ini sangat miris melihat situs sejarah yang ada di mesjid raya sudah dicabut oleh situs sejarah dari Pagaruyung.
Dengan hal ini kita kecewa satu-satunya di Pekanbaru yang dapat kita banggakan, ikon yang kita banggakan di Pekanbaru malah hilang. Jadi gak ad arti pak gubernur bangun disitu.
Yang dibangun itu menyenangkan hati masyarakat. Dulu saat mesjid raya masih bentuk aslinya, setiap bulan suci ramadhan mesjid raya dikunjungi masyarakat dari provinsi-provinsi lain, sekarang tidak ada lagi. Kan kita yang rugi, semegah manapun mesjid dibangun kalau tidak sesuai dengan bentuk semula, tidak ada manfaatnya," sesalnya.
Dari pihak DPRD kota Pekanbaru berharap agar renovasi total mesjid raya ini diberhentikan dahulu. Fatullah meminta untuk dapat dikembalikan bentuk asli dari mesjid raya tersebut agar apa yang menjadi Situs budaya sejarah nya tetap ada*(heri)