Terkait hal ini anggota DPRD kota pekanbaru mengaku miris atas kebijakan pihak pengelola pasar Kodim yang dinilai sangat mencekik para pedagang pasar kodim terkait kenaikan harga sewa tersebut.
Dimana setiap pedang ini dikenakan kenaikan sewa kios hingga 25 persen, servis charge 25 persen hingga biaya-biaya lainnya yang total keseluruhannya menjadi 70 persen.
"Ini kebijakan yang mencekik para pedagang oleh pengelola pasar, inilah kalau pasar sudah dikelola oleh pengembang selalu pedagang yang dirugikan," ungkap Puji Daryanto anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Komisi IV saat bertemu dengan para pedagang pasar kodim di kantor DPRD kota Pekanbaru.
Anggota Dewan yang di temui para pedagang ini berasal dari politisi PAN ini berjanji semua keluhan para pedagang akan segera kami sampaikan kepada Komisi II yang mitra kerjanya adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota pekanbaru.
"Aspirasi pedagang ini yang telah datang hari ini tentunya akan kami terima dan akan disampaikan kepada komisi terkait yang membidangi masalah pasar yakni Komisi II untuk segera melakukan hearing degan dinas terkait, dalam pengelola dan pedagang Pasar Kodim agar dapat dicarikan solusi dan jalan keluarnya," ujarnya di hadapan perwakilan pedagang.
Di samping itu anggota DPRD Kota Pekanbaru dari fraksi PKB Zaidir Albaiza menegaskan hari ini kita harus mengambil langkah serta melakukan tindakan segera dengan tinjauan langsung ke Pasar Kodim agar pedagang dapat kembali melakukan aktifitas berjualan seperti biasa tanpa adanya penyegelan kios oleh pihak pengelola pasar kodim.
"Terkait hal ini harus segara diambil tindakan langsung dan kita akan tinjau tempat para pedagang berjualan agar para pedagang dapat kembali berjualan ditempatnya semula, sembari menunggu hearing yang akan dilakukan DPRD dengan dinas terkait, pedagang dan pengelola Pasar Kodim untuk mencari solusi penyelesaiannya nanti," ucap Zaidir Albaiza.*(heri)