Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Masirba H Sulaiman mengakui operasi pasar dilakukan untuk mengatasi isu kelangkaan gas elpiji yang beredar di masyarakat.
“Kita sudah lakukan operasi pasar bersama Pertamina sebanyak 1.200 tabung. Tetapi gas yang laku tidak sesuai bayangan. Ini yang membuat kita curiga ada Pangkalan gas yang bermain,†kata Irba di Pekanbaru, Jumat (10/3/2017).
Irba menegaskan jangan ada pangkalan yang bermain, sehingga masyarakat tidak resah. Ia juga meminta masyarakat melaporkan kepada pihak Disperindag Pekanbaru jika ada pangkalan gas yang sengaja menimbun atau jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung.
“Jika di lapangan terbukti, ada pangkalan gas menimbun akan kita tegur hingga penutupan pangkalan. Masyarakat laporkan saja,†tegasnya.
Seperti diketahui, warga Suka Karya Panam, Pekanbaru mengeluh kelangkaan elpiji. Tidak hanya langka, harga jual elpiji di eceran sampai Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per kg. (hrc)