Pamsimas dari tahun 2017 sampai Saat ini hanya orang orang tertentu saja yang menikmatinya, berdasarkan Informasi meteran Sudah ada Namun kenapa sampai Saat ini belom juga direalisasikan, Jum,at 13 September 2019
Saya tidak tau kenapa sampai Saat ini belom juga direalisasikan juga, apakah meteran itu untuk kempanye dia besok, Jelas Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya kepada media ini
Kemaren pernah di angkat kepolisian tapi tak ada penyelesaian hilang gitu aja, rumah yang jarak 400 meter teraliri air sedangkan yang dekat dengan pamsimas malah tidak dapat dengan alasan soket pipa tak ada, Kami sebagai warga Sudah merasa capek penat ngusulkan janji kades namun sampai sekarang ape tidak je. tambah sumber lagi
Saya sangat berharap kepada penegak hukum apakah itu kpk atau bpk turun mengauditnya, Karna di Desa Kami ini siapa yang selalu bersuara di anggap dia meresahkan habis dibuang dan apa yang dibuat di persulit.
Sementara itu Ahmad yang mengaku dirinya sebagai kordinator Pamsimas Desa Bandul Ketika dikonfermasi oleh media, Meteran belom Cukup makanya belom bisa dipasangkan pak lagipun sokit pipanya belom ada, Selama ini Baru terpasang Lebih kurang 40 rumah yang Sudah bisa dinikmati, terutama Bagi warga yang sulit mendapatkan air bersih
Diwaktu yang berbeda Zahari selaku kepala Desa Bandul membenarkan Hal sedemikian, benar pak, selama ini pamsimas Kita belom bisa dinikmati secara merata karna kekurangan sokit pipa, dan Kita akan mengusulkan untuk pembelian sokit pipa nantinya.jelas Zahari.
Sementara itu Syaiful Bahri selaku Sektor Pembangunan Inspratruktur pembangunan kabupaten kepulauan Meranti Ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan Pamsimas ini merupakan program nasional, Berawal dari minat Desa, dan Bagi Desa yang berminat harus menyediakan minimala 10% dari nilai pagu dan yang Sisa itu dari APBN.
Jadi yang banyak terjadi dilapangan Ketika warga mengeluh kenapa sampai Saat ini masih ada yang belom bisa menikamtinya karna bajad 10% itu tidak Cukup untuk melayani SR dilokasi tersebut.
Selama ini banyak yang terjadi dikabupaten kepulauan meranti ini Sistem dibangun, pipa dijalan ada, tapi belom ada pipa Untuk disalurkan kerumah karna uangnya tidak Cukup dianggarkan
Untuk diketahui dikabupaten kepulauan meranti pamsimas Kita Sudah Terbangun sebanyak 53 desa, ada Lima Desa yang tidak berpungsi Sama sekali dalam Kata Gori merah, itu karna Kondisi air tidak Bagus, dan pemanfaatan pada Awal diperencanaan itu tidak matang.
Kita berharap dari pemerintah desa Dan kabupaten Lebih pokus terhadap mempercepat kepemanfaatan pamsimas ini. dan begitu juga dengan pemerintah pusat Kita sangat berharap dengan dukungan anggarannya melalui Dana DAK, danah hiba air Minum Dan samitasi, dan ini Untuk diketahui masyarakat meranti
Untuk diketahui Pamsimas ini bersifat suwadaya, Ketika sistem jadi Bagi warga yang punya uang tersambung Dan yang Tak punya uang tidak tersambung, seperti Inilah permaslahan pamsimas ini.
Jadi Saya rasa tidak ada yang Salah dengan pamsimas, Cuma kurang nya pemahaman kita, Dan konsen tidak konsennya kita bagaimana kapasitas yang Sudah ada bisa dimanfaatkan
pemerintah Desa juga mempunyai Anggaran terbatas, tapi setidak tidaknya dalam satu tahun bisa menambahkan sepuluh bijik rumah supaya bisa disalurkan pamsimas tersebut.
Ini tentunya jadi PR buat kami, karna Kalau Cuma 40 rumah berarti ada kapasitasnya Lagi, karna kapasitas di PAM itu 1'5 liter perdetik mampu melayani 150 rumah, tapi Untuk melayani 150 rumah tersebut menggunakan anggaran yang banyak.
Seperti Di Desa bandul hanya Baru 40 rumah yang Baru bisa menikmati dan itu termasuk belom termanfaatkan secara maksimal dan ini akan menjadi PR tingkat nasional
Makanya pemerintah pusat saat ini lebih konsen Untuk menuntas kan Masalah pamsimas ini.tingkat kecapaian tidak main main,tahun 2019 100% target herhadap air bersih
Meskipun pemerintah desa banyak yang Mau dibangunkan tapi setidaknya pikirkanlah sedikit saja Masalah Pamsimas ini, pemerintah kabupaten jelas banyak yang di prioritaskan lagi, dan Kita memang benar benar mengandalkan Dana dari pusat saat ini.
Kemaren Saat sosialisasi sudah saya sampaikan, pemerintah Desa Jangan hanya memenuhi Syarat Syarat 10% saja, yang 10% ini hanya bisa bangun pipa, anggarkan Lebih karna Ketika sistem Terbangun Sudah komplek semuanya.(Syah)