Para porter tersebut menuntut kejelasa jam kerja yang selama ini tak diberlakukan oleh perusahaan outsourching PT Putra Angkasa. Selain itu mereka juga meminta agar didaftarkan menjadi peserta BPJS untuk jaminan kesehatan selama mereka bekerja.
Aksi tersebut sempat membuat penumpang pesawat kebingungan karena tak ada porter yang akan mengangkat barang-barang mereka. Melihat kondisi tersebut, pihak bandara langsung tanggap dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruang kantor manajer bandara.
"Karena ruangan kecil, jadi kami minta perwakilan saja yang masuk. Sehingga pelayanan kepada penumpang tak terkendala," kata officer in carger, Bambang Setiawan.
Dikatakannya, pihaknya sebagai jembatan antara porter dan pihak perusahaan. Karena itu dia minta agar masalah ini dapat segera diselesaikan agar pelayanan bandara tidak terganggu.
Sementara itu, Direktur PT Putra Angkasa, Joni Raranta menjelaskan, untuk maslaah jam kerja porter mengikuti jadwal penerbangan. Dan itu sudah menjadi sistem kerja dalam perusahaan yng dikelolanya.
"Kalau mengenai BPJS, mungkin bisa kami fasilitasi. Tapi tentunya harus duduk bersma dulu antara perusahaan dengan pihak porter," imbuhnya. (Jon)