Tak Kunjung Beri Keuntungan, Dewan Desak Riau Petroleum Dibubarkan!


Senin, 28 November 2016 - 22:54:48 WIB
Tak Kunjung Beri Keuntungan, Dewan Desak Riau Petroleum Dibubarkan! Ketua Komisi C DPRD Riau Aherson
Riauin.com, Pekanbaru - Lantaran tak kunjung memberikan deviden bagi kas daerah, Komisi C DPRD Riau mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham PT Riau Petroleum. Bahkan, jikam perlu, salah satu BUMD Provinsi Riau tersebut dibubarkan saja karena dinilai tak memiliki jenis usaha yang jelas. 

"Kalau bisa hal-hal seperti ini di-RUPS aja lah cepat. Kita lihat manajemennya di dalam. Kita lihat direksinya tanggung jawabnya seperti apa. Kalau komitmennya gak benar, kita ganti aja lah. Kita usulkan diganti dirutnya," kata Ketua Komisi C DPRD Riau Aherson, Senin, (28/11/2016).

Politikus Demokrat itu berpendapat, apabila pemprov tak segera mengambil sikap tegas maka BUMD ini justru menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

"Ini membenamkan terus kepada APBD. Bubarkan saja lah. Jadi, tidak jadi tugas kita lagi ke depan. Minta pertanggungjawaban uang yang sudah disetorkan. Kita bubarkan. Nanti pembubarannya melalui DPRD terkait BUMD itu," lanjutnya.

"Kami tidak tahu bisnisnya apa. Secara riil kami menanyakan ke Biro Ekonomi, (tapi) satu pun tidak ada bisnisnya sampai hari ini. Artinya, dari 2002, dia hanya mencari aja bisnis itu," sambungnya.

Lebih jauh, legislator asal Kabupaten Kuantan Singingi itu mengatakan, sejak pertama melakukan komunikasi dengan PT Riau Petroleum, perusahaan tersebut menyatakan akan meneken kontrak dengan beberapa perusahaan minyak.

"Namun, sampai hari ini baru mau. Sudah 3-4 tahun ini baru mau terus. Sampai sekarang. Sampai kini tidak jelas, maunya kapan, jadi kami minta pemerintah untuk segera melakukan RUPS. Supaya jelas," pintanya.

Untuk diketahui, Pemprov Riau telah menerima laporan dividen dari tujuh BUMD Riau terhitung sejak tahun 2002 hingga tahun 2016. Dari seluruh perusahaan tersebut, hanya Bank RiauKepri yang bisa dibilang subur karena telah memberikan dividen Rp1,154 triliun lebih. Sedangkan BUMD yang sama sekali tidak memberikan dividen adalah PT Riau Petroleum. (*)