Cuaca Buruk, Pilot Harus Waspadai Angin Kencang di Riau


Ahad, 27 November 2016 - 23:15:36 WIB
Cuaca Buruk, Pilot Harus Waspadai Angin Kencang di Riau
Riauin.com, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau, seluruh pilot pesawat agar mewaspadai angin kencang ketika melintasi wilayah udara di Provinsi Riau.

"Saat cuaca buruk, dan terjadi tiba-tiba, kecepatan angin bisa capai 25 knots (46,3 kilometer per jam)," tegas Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi dikutip dari antarariau, Minggu (27/11/2016). 

Cuaca buruk berupa turunnya hujan disertai petir dan angin kencang, bisa menganggu keyamanan penumpang pesawat yang melakukan perjalanan lewat udara. Sebab ketika cuaca buruk terjadi, maka banyak bermunculan awan kumulonimbus yang bisa sebabkan turbulensi saat pesawat melakukan pendaratan.

Tapi ketika kondisi ini terjadi di darat, maka mengakibatkan badara setempat terpaksa ditutup karena mengurangi jarak pandang pilot dengan berada di bawah 1.000 meter.

"Angka 1.000 meter, merupakan batas minimal pilot mendaratkan pesawat seperti di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Atau pendaratan, dialihkan ke bandara terdekat," ucapnya.  

Ia berkata, saat ini cuaca di provinsi tersebut telah masuk pada musim hujan akibat terjadinya fenomena alam El Nino hingga akhir tahun ini.

"Secara umum, angin bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut ke arah Timur dengan miliki kecepatan lima sampai 27 knots atau sembilan sampai 27 kilometer per jam," katanya.

"Tapi ketika cuaca buruk, kecepatan angin bisa diatas itu," tambah Slamet, mengingatkan lagi.

Bambang Setiawan, Airport Duty Officer OIC Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II mengaku, lazimnya saat cuaca buruk di bandara setempat, maka pesawat dialihkan pendaratan ke Batam atau Padang.

Kata Bambang, seperti Oktober tahun ini tercatat satu pesawat Lion Airnomor penerbangan JT 924 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng tujuan di bandara Pekanbaru.

"JT 294 lepas landas pukul 16.00 Wib, dan diperkirakan mendarat jam 17.45 Wib. Tetapi divert (dialihkan) ke Batam, sebab cuaca buruk. Lalu mendarat di Pekanbaru jam 20.20 WIB," terangnya. (*)