Pekanbaru, riauin.com-- Sebulan pasca dilantik Peesiden Joko Widodo, Senin (11/03/2019) Gubernur Riau H Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau, H Edi Natar Nasution memaparkan visi dan misinya dalam sidang Paripurna Dewan, pagi tadi. Paripruan yang dipimpin Ketua DPRD Riau, Hj Septina Primawati.
Dalam sambutannya Ketua DPRD Riau, Septina Primawati berharap agar sinergitas yang dibangun antara lembaga eksekutif dan legislatif dapat menjadikan pembangunan Riau lebih baik lagi kedepannya.
"Banmus sudah menjadwalkan paripurna pidato sambutan Gubri masa bakti 2019-2024 pada hari ini. Kami berharap agar visi-misi yang disampaikan Bapak Syamsuar-Edi bisa dilaksanakan. Apa yang sudah menjadi komitmen benar-benar menjadi pedoman dan dapat diwujudkan," ujar Caleg Golkar Dapil Inhil itu.
Diawal sambutannya, Gubernur Riau Syamsuar mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Riau karena telah memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah meneruskan estafet kepemimpinan di Negeri Melayu ini dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Riau lima tahun kedepan, yakni 2019 sampai dengan 2024.
"Permasalahan pembangunan Riau yang dihadapi saat ini antara lain masih terdapatnya kesenjangan kualitas sumber daya manusia antar kabupaten/kota di Provinsi Riau yang diukur dari capaian IPM. Terdapat 7 kabupaten/kota IPMnya berada dibawah rata-rata provinsi 71,79," ucapnya.
Dia juga menyoroti persoalan masih rendahnya kualitas infrastruktur bagi masyarakat diantaranya infrastruktur jalan dan jembatan. Terbatasnya akses air bersih dan air minum, air limbah dan sampah yang belum terkelola dengan baik dan persoalan eleltrifikasi.
"Indeks kualitas lingkungan hidup provinsi Riau terendah di pulau Sumatera dan masuk kategori sangat kurang. Kemudian masih tingginya abrasi di wilayah pesisir dan sungai di Riau. Masih terdapatnya permasalahan tapal batas antar kabupaten/kota yang masih belum terselesaikan.
Rendahnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau perode 2011-2017 mengalami penurunan. Masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Masih rendahnya ketahanan pangan daerah. Masih rendahnya pengelolaan potensi Budaya Melayu dan pariwisata. Masih rendahnya kinerja ASN dan Pelayanan publik.
"Dari permasalahan yang dirumuskan maka visi dan misi kami tahun 2019-2024 terwujudnya Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia," ucapnya.
Untuk itu, maka dirumuskan beberapa misi antara lain mewujudkan Sumber Daya Manusia yang beriman berkualitas dan berdaya saing melalui pembangunan manusia seutuhnya. Mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan. Mewujudkan pembangunan ekonomi yang eklusif, mandiri dan berdaya saing. Mewujudkan Budaya Melayu sebagai payung negeri. Dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.

"Visi, misi, strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah Provinsi Riau 2019 sampai dengan 2024 yang telah kami sampaikan selanjutnya nanti akan kami tuangkan dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2019-2024 sebagai acuan pelaksanaan pembangunan 5 tahun kedepan dan akan disampaikan kepada DPRD untuk ditetapkan dengan Peraturan Daerah paling lambat 6 bulan setelah kami dilantik
sebagaimana ketentuan Pasal 264 ayat (4) Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.," jelasnya.
Untuk mewujudkan ini semua, dibutuhkan kerja keras (ikhtiar) yang diiringi dengan doa dan optimisme yang tinggi serta dukungan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Riau, seluruh elemen masyarakat Riau dan media. Sehingga apa yang kita rencanakan dan pembangunan daerah Riau nantinya dapat terwujud untuk kesejahteraan masyarakat dan mendapat ridho Allah SWT. (Adv)