Kuansing, Riauin.com - Para Kader dan Simpatisan Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Kabupaten Kuantan Singingi usai mendengarkan paparan Ketua Umum Ir.H.Romihurmuzy, MT yang hampir dua jam berpidato tanpa teks menceritakan perjuangan partai berlambang Ka'bah di acara Harla PPP Ke 46 di taman jalur kota Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau Sabtu kemaren, mendapatkan apresiasi dari para kader dan simpatisan, " kita berharap Ketua Umum bisa bergerilya ke daerah - daerah menyampaikan hal yang sama", harapan salah seorang simpatisan PPP Safarudin.
Sebab para simpatisan PPP banyak yang memberikan persepsi, bahwa PPP tidak lagi sesuai dengan niat pendiri partai Islam ini, namun setelah mendengarkan paparan Bung Romi sapaannya ketum tersebut tentu bisa kembali simpatisan mengetahui bahwa PPP tetap konsisten memperjuangkan agama Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik, ucapnya.
Diketahui Ketua Umum PPP Romihurmuzy menyampaikan perjuangan beliau agar bisa PPP tetap ada dan bisa menjadi peserta pemilu tahun 2019, sebab semenjak di racangnya Undang - undang ambang batas parlemen atau parliamentary threshold harus perolehan suara partai politik sebesar 7 persen.
" Kalau ambang batas 7 persen di berlakukan PPP akan Wassalam ( tamat ), sebab saat pemilu yang lalu PPP hanya di angka 6 persen lebih", urainya.
Kita harus menyadari bahwa setiap kontestasi akan ada dua kemungkinan kalah dan menang, Partai yang berlambang Ka'bah ( PPP ) dimasa orde baru pernah meraih masa kejayaan, sering waktu pada masa reformasi PPP sebagai salat satu partai Islam mengalami masa surut, sebab banyaknya lahir adik - adik partai PPP, seperti PAN, PKB, PBB dan yang lainya. Sehingga suara umat Islam terpecah akhirnya semua partai yang berazaskan Islam tidak mampu melebihi ambang batas 7 persen.
" Alhamdullilah, berkat perjuangan agar tetap partai Islam bisa ikut pemilu maka di aminilah ambang batas di angka 4 persen dan itu hanya di berlakukan untuk DPR RI, sementara untuk parlemen tingkat kabupaten dan provinsi tidak di berlakukan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold", paparannya.
Agar partai yang berazaskan Islam tetap ada dan berperan di Negara Indonesia, salah satu cara hanya pilih caleg PPP secara linier / garis lurus mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi, dan Kabupaten, harapannya.(int/nol)